Keluarga Korban Bom Bali Gelar Peringatan di Sydney - Kompas.com

Keluarga Korban Bom Bali Gelar Peringatan di Sydney

Kompas.com - 12/10/2013, 15:20 WIB
BAY ISMOYO / AFP PM Australia Tony Abbott didampingi istrinya Margaret dan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, mengheningkan cipta di Monumen Korban Bom Bali di Kuta untuk mengenang lebih dari 200 korban tragedi itu.

SYDNEY, KOMPAS.com – Bom Bali yang terjadi 11 tahun lalu diperingati oleh ratusan keluarga dan kawan korban dengan mengheningkan cipta selama satu menit di Sidney hari Sabtu (12/10/2013). Mereka datang ke tempat upacara peringatan di Pantai Coogee dengan menggenggam bunga berwarna-warni.

Sebanyak 88 orang Australia menjadi korban dalam bom di Kuta pada 12 Oktober 2002 itu, 43 diantaranya berasal dari negara bagian New South Wales di mana Sydney berada.

Sekretaris parlemen tingkat federal, Josh Frydenberg, membacakan kata sambutan Perdana Menteri Tony Abbott. “Bom Bali adalah 11 September bagi kami,”  tutur Tony Abbott seperti dikutip oleh Skynews.com.au, Sabtu (12/10/2013). “(Istri saya Margie dan saya) akan selalu mengingat mereka yang telah tiada dan seperti Anda, kami akan selalu berusaha mengingat mereka.”

Abbott baru-baru ini meletakkan karangan bunga di Kuta untuk memperingati para korban. Pat Yeo, ayah dari Gerard Yeo, mengenang saat Paul, putranya yang lain, mengabarkan padanya untuk bersiap mendengar berita terburuk. “Ayah, ada bom di Bali, dan Ayah harus tetap tegar,” tutur Paul ketika itu. Gerard baru berusia 20 tahun ketika tewas. Saudara-saudara Gerard, terbang ke Bali ketika tak ada berita lanjutan dari Gerard. Mereka menyisir semua rumah sakit dan kamar jenazah selama berhari-hari. Namun sesudah 11 tahun, tutur Yeo, keluarga mereka mencoba mengingat sisi terbaik dari hidup Gerard yang singkat, bukan cara kematiannya yang mengerikan.

“Tak lama sebelum berangkat ke Bali, Gerard berkata pada Judy, ipar perempuannya, bahwa ia mau pergi ke Garuda . “Ia tak sadar bahwa Garuda itu nama maskapai penerbangan,” tutur Yeo tertawa. “Oh, betapa lugunya dia.”


EditorEgidius Patnistik
Close Ads X