Kompas.com - 12/10/2013, 13:03 WIB
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Hujan lebat yang mengguyur Thailand sejak 17 September 2013 kini berbuah petaka. Soalnya, tulis Bangkok Post pada Sabtu (12/10/2013), banjir mulai melanda sedikitnya sembilan provinsi di Negeri Gajah Putih.

Dus, petaka pun muncul lantaran air bah itu. Paling tidak, sebagaimana pernyataan Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Somsak Phureesrisak, sembilan provinsi tersebut adalah daerah potensial pariwisata. Alhasil, banjir pun menggerus fulus industri pariwisata di situ."Ada 708 juta baht yang hilang," katanya.

Rinciannya, imbuh Somsak, Provinsi Pitasnulok paling banyak kehilangan uang potensial. Jumlahnya mencapai 223 juta baht. Banjir di situ merusak lokasi-lokasi pariwisata. Akibatnya, banyak turis batal bertandang.

Menyusul berikutnya adalah Provinsi Ayutthaya, Ubon Ratchathani, Suphanburi, Prachinburi, Lopburi, Si Sa Ket, Singburi, dan Chainat.

Gara-gara kerusakan itu, imbul Somsak, pihaknya harus mengeluarkan duit tak sedikit untuk membenahi infrastruktur pariwisata. "Kami melakukan pemetaan perbaikan kembali," demikian Somsak Phureesrisak.

elephantpolo.com Polo gajah di Piala Raja Thailand.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.