Kompas.com - 11/10/2013, 22:14 WIB
Mantan kapten pasukan SS Nazi, Erich Priebke, digiring polisi Argentina menuju pesawat terbang yang akan membawanya ke Italia pada 1995. Setelah diadili di Roma, pada 1998, Priebke dijatuhi hukuman seumur hidup setelah terbukti membantai 335 orang warga sipil Italia pada Maret 1944. www.haaretz.comMantan kapten pasukan SS Nazi, Erich Priebke, digiring polisi Argentina menuju pesawat terbang yang akan membawanya ke Italia pada 1995. Setelah diadili di Roma, pada 1998, Priebke dijatuhi hukuman seumur hidup setelah terbukti membantai 335 orang warga sipil Italia pada Maret 1944.
EditorErvan Hardoko
ROMA, KOMPAS.com — Mantan kapten pasukan khusus Nazi Jerman, SS, Erich Priebke, yang juga adalah penjahat perang Nazi terakhir, meninggal dunia di Roma, Italia, Jumat (11/10/2013), dalam usia 100 tahun.

Priebke pada 1998 dijatuhi hukuman seumur hidup atas perannya dalam pembantaian di gua Ardeatine, Roma, pada Maret 1944.

Saat itu, Priebke memerintahkan pasukannya mengeksekusi mati 335 warga sipil sebagai balasan tewasnya 33 prajurit Jerman oleh pemberontak Italia.

Untuk membunuh ratusan warga itu, Priebke memerintahkan pasukannya menembakkan satu peluru ke leher para warga sipil itu.

Saat Perang Dunia II berakhir, Priebke sempat kabur ke Argentina tetapi dideportasi ke Italia setelah mengaku terlibat pembantaian Roma dalam wawancara sebuah stasiun televisi AS.

Dalam sidang, Priebke mengakui memerintahkan pembunuhan itu dan mengaku menembak dua orang warga desa. Namun, dia bersikukuh yang dilakukannya hanyalah menjalankan perintah.

Setelah mengajukan banding atas hukumannya dan mengaku terlalu sakit untuk tinggal di dalam penjara, pengadilan kemudian menjatuhkan hukuman tahanan rumah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat Priebke berulang tahun ke-100 pada Juli lalu, puluhan warga Yahudi di Roma menggelar unjuk rasa di depan apartemennya. Bahkan sedikit kerusuhan sempat muncul saat cucu Priebke datang membawa sebotol sampanye.

Kuasa hukum Priebke, Paolo Giachini, dalam pernyataan resminya mengatakan, Priebke melakukan wawancara terakhir sebagai "pernyataan politik dan kemanusiaannya". Tidak dijelaskan kapan wasiat Priebke itu akan dirilis.




Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X