Australia Gelar Pameran Busana Muslim

Kompas.com - 11/10/2013, 21:22 WIB
Inilah salah satu busana muslim yang sedang dipamerkan di Australia. ABC AustraliaInilah salah satu busana muslim yang sedang dipamerkan di Australia.
EditorErvan Hardoko
SYDNEY, KOMPAS.com - Pameran busana Muslim yang tengah digelar di Australia menyampaikan pesan bahwa terdapat banyak variasi dalam gaya berpakaian perempuan Muslim di negara yang kaya keragaman budaya ini.

Busana Muslim tradisional untuk perempuan, terutama yang menutup kepala, seringkali menjadi obyek kesalahpahaman dan asumsi, terutama dalam perdebatan mengenai penindasan dan penundukkan.

Di sisi lain, jarang disinggung perihal perbedaan-perbedaan gaya berpakaian perempuan Muslim, apalagi di Australia, di mana terdapat banyak keragaman budaya.

Hal ini lah yang ingin ditampilkan pameran Australia berjudul "Faith, Fashion, Fusion: Muslim Women's Style in Australia"  yang menampilkan perancang-perancang busana Muslim serta karya mereka.

Salah satu kurator pameran, Tasneem Chopra, menyatakan bahwa pameran ini ingin mengalahkan berbagai macam  stereotip.

"Seringkali orang dilihat dari kerudungnya dan bukan pribadinya...Jadi pameran ini menggunakan busana sebagai penarik, karena busana yang dipamerkan indah dan berwarna warni. Sangat kontemporer, namun juga sopan," jelasnya.

Pameran ini dikembangkan pertama kali oleh Powerhouse Museum di Sydney, dan juga berlangsung di Immigration Museum di Melbourne.

Menurut Chopra, pameran ini lebih dari sekedar masalah busana.

"Begitu orang memasuki pameran, mereka melihat dimensi lain pameran ini,yaitu...perempuan yang telah mencapai hal-hal luar biasa. Ada penyair, akademisi, pengarang, bintang olahraga, kontestan acara "Masterchef". Kita menampilkan berbagai perempuan, semuanya Muslim. Ada yang berpenampilan Muslim, ada yang tidak. Dan itulah intinya," tambah dia.

Perempuan Muslim di Australia berasal dari berbagai negara dan budaya. Banyak dari mereka yang lahir di Australia juga mengadopsi berbagai perubahan gaya.

"Ini negara demokratik. Kita punya kebebasan mengekspresikan pendapat kita, tidak seperti di negara-negara lain," ucap Chopra.

"Saya rasa tempat di mana ada hukum-hukum yang..memaksa gaya berpakaian tertentu, melarang kerudung atau memaksakan kerudung, saya rasa itu merampas hak asasi perempuan di seluruh dunia, baik itu Arab Saudi, Turki, Perancis, Belgia," lanjut Chopra.

Pameran ini akan berlangsung di Immigration Museum, Melbourne, hingga Juni tahun depan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Internasional
Kasus Infeksi Baru Virus Corona di China Menurun di Saat Kasus Internasional Meningkat

Kasus Infeksi Baru Virus Corona di China Menurun di Saat Kasus Internasional Meningkat

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X