Malala: Awalnya Saya Ingin Melempar Taliban dengan Sepatu

Kompas.com - 11/10/2013, 19:04 WIB
Malala Yousafzai, ayahnya Ziauddin, dan wartawan CNN Christiane Amanpour berfoto bersama sebelum melakukan wawancara di New York, Kamis (10/10/2013). EMMANUEL DUNAND / AFPMalala Yousafzai, ayahnya Ziauddin, dan wartawan CNN Christiane Amanpour berfoto bersama sebelum melakukan wawancara di New York, Kamis (10/10/2013).
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Sebagai seorang pembawa acara bincang-bincang terkenal di Amerika Serikat, Jon Stewart bukanlah orang yang mudah terkesan dengan tamunya dalam acara bincang-bincang yang dipandunya, The Daily Show.

Namun, nomine termuda Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai-lah yang akhirnya membuat Jon yang dikenal tajam saat bertanya tak kuasa berkomentar.

Saat diundang ke acara bincang-bincang itu, Malala dengan panjang lebar menjelaskan soal pandangannya akan pendidikan perempuan dan rencananya untuk melanjutkan perjuangan membuka sekolah untuk anak perempuan di seluruh dunia.

Jon juga menyinggung buku otobiografi I Am Malala yang baru saja beredar di seluruh dunia. Malala juga mengisahkan situasi di lembah Swat, kampung halamannya, sebelum dan sesudah Taliban menguasai daerah itu.

Dalam perbincangan itu, Jon kemudian bertanya soal Taliban yang hampir saja mencabut nyawa Malala sekitar satu tahun yang lalu.

Mendengar pertanyaan itu, Malala mengatakan dia sudah mengetahui dirinya menjadi target Taliban. Saat itu, lanjut Malala, dia kerap berpikir apa yang akan dilakukannya jika berhadapan langsung dengan Taliban.

"Awalnya saya berpikir jika bertemu dengan Taliban maka saya akan melemparnya dengan sepatu," kata Malala, disambut tawa penonton di studio.

"Namun, saya berpikir lagi. Jika saya menyerang seorang Taliban, maka tak ada bedanya antara saya dan Taliban," sambung Malala.

"Kita tidak boleh memperlakukan orang lain dengan kekerasan. kita harus melawan dengan perdamaian, dialog, dan pendidikan," Malala menegaskan.

Setelah dia memutuskan untuk tidak melawan dengan kekerasan, maka Malala memikirkan kalimat yang akan dia katakan kepada seorang anggota Taliban.

"Saya akan katakan kepadanya soal pentingnya pendidikan dan saya ingin anak-anak dia (Taliban) mengenyam pendidikan. Itu yang akan saya katakan. Sekarang silakan lakukan apa yang akan Anda lakukan," ujar Malala.

Jawaban Malala itulah yang membuat Jon Stewart tak bisa berkata-kata, dan membalas kalimat Malala itu dengan gurauan.

"Saya tahu ayah Anda ada di belakang panggung, dan dia sangat bangga kepada Anda," kata Jon.

"Lalu apakah dia akan marah jika saya mengadopsi Anda?" tambah Jon disambut tawa penonton dan Malala.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X