Kompas.com - 10/10/2013, 22:53 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorErvan Hardoko
BAGHDAD, KOMPAS.com — Selama sepekan terakhir, Pemerintah Irak mengeksekusi 42 orang tersangka teroris. Demikian Kementerian Kehakiman Irak, Kamis (10/10/2013), di tengah kecaman dunia internasional atas hukuman mati yang berlebihan di Irak.

"Selama sepekan terakhir pekan ini, kami melaksanakan hukuman mati terhadap 42 orang terpidana kasus terorisme. Di antara mereka terdapat satu orang perempuan," demikian pernyataan Kementerian Kehakiman Irak lewat situs resminya.

Pernyataan itu disertai sebuah foto sebuah tali gantungan dan sebuah latar belakang hitam, yang menunjukkan bagaimana eksekusi hukuman mati di Irak dilakukan.

Kementerian Kehakiman Irak tidak merinci tanggal pelaksanaan hukuman mati itu, tetapi Misi Bantuan PBB untuk Irak (UNAMI) memperkirakan eksekusi berlangsung antara 8-9 Oktober.

"UNAMI mengulangi seruan kepada Pemerintah Irak untuk melaksanakan moratorium hukuman mati," demikian pernyataan UNAMI.

Dengan eksekusi hukuman mati ini, maka jumlah terpidana mati yang sudah dieksekusi sepanjang tahun ini menjadi 132 orang. Angka ini meningkat dibanding tahun lalu, yaitu 129 orang.

Pelaksanaan hukuman mati ini memicu kecaman dari Uni Eropa, PBB, dan sejumlah kelompok pegiat hak asasi manusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Bidang Hak Asasi Manusia PBB, Navi Pillay, mengatakan, sepanjang tahun ini sistem pengadilan kriminal Irak tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Dia mengatakan, banyak dakwaan yang didasarkan pengakuan tersangka yang disiksa selama pemeriksaan. Selain itu, sistem hukum yang buruk dan proses pengadilan yang jauh di bawah standar internasional menjadi masalah tersendiri.

Namun, Menteri Kehakiman Irak Hassan al-Shammari bersikukuh bahwa semua terpidana mati yang dieksekusi sudah menjalani proses hukum yang sangat panjang.

"Hukuman mati dituntut berulang kali sebelum hakim membuktikan keakuratan tuntutan jaksa," ujar Shammari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.