Tim Pemusnah Senjata Kimia PBB Sudah Datangi 3 Gudang Senjata

Kompas.com - 10/10/2013, 19:39 WIB
Gambar yang diambil dari siaran televisi pemerintah Suriah ini menampilkan salah seorangn petugas OPCW tengah bekerja di salah satu lokasi penyimpanan senjata kimia Suriah. Selama 10 hari terakhir tim OPCW sudah mendatangi tiga lokasi penyimpanan senjata kimia. SYRIAN TELEVISION / AFPGambar yang diambil dari siaran televisi pemerintah Suriah ini menampilkan salah seorangn petugas OPCW tengah bekerja di salah satu lokasi penyimpanan senjata kimia Suriah. Selama 10 hari terakhir tim OPCW sudah mendatangi tiga lokasi penyimpanan senjata kimia.
EditorErvan Hardoko
DAMASKUS, KOMPAS.com - Tim pengawas senjata internasional sejauh ini sudah mengunjungi tiga lokasi penyimpanan senjata kimia di Suriah. Demikian disampaikan juru bicara tim , Kamis (10/10/2013).

Namun, jumlah ini masih jauh dari target yaitu 20 lokasi penyimpanan senjata kimia di seluruh Suriah dalam misi penghancuran senjata-senjata berbahaya itu.

"Tiga lokasi yang sudah didatangi dalam 10 hari terakhir ini semuanya berada di wilayah yang dikuasai pasukan pemerintah Suriah sehingga relatif mudah untuk mendatanginya," kata juru bicara Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), Michael Lutan.

OPCW bekerja di bawah tenggat waktu yang sangat ketat. PBB menugaskan OPCW sudah menghancurkan semua persediaan persenjataan kimia Suriah pada pertengahan 2014.

Hal tersulit adalah 27 anggota tim OPCW harus memasuki atau melintasi kawasan yang dikuasai pemberontak untuk mencapai lokasi penyimpanan persenjataan kimia Suriah.

Sehingga, PBB berharap bisa mengatur gencatan senjata antara pasukan pemerintah dan pemberontak untuk memastikan keamanan bagi tim OPCW.

Sementara itu di Beirut, beberapa warga Suriah terbang menuju Jerman yang memberi mereka tempat perlindungan sementara.

"Jerman memberi 106 pengungsi Suriah visa tinggal selama dua tahun," kata Roberta Russo dari UNHCR.

Sejauh ini tercatat dua juta orang warga Suriah berstatus pengungsi. Sementara lima juta orang lainnya kehilangan tempat tinggal di dalam negeri mereka akibat konflik. Sementara korban tewas sudah lebih dari 100.000 orang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X