Kompas.com - 09/10/2013, 14:53 WIB
Menteri Dalam Negeri Malaysia Zahid Hamidi dituduh mengancam menutup media. ABCMenteri Dalam Negeri Malaysia Zahid Hamidi dituduh mengancam menutup media.
EditorEgidius Patnistik
Menteri Dalam Negeri Malaysia Zahid Hamidi terekam mengancam akan menutup sebuah media lokal dan mencegah wartawan media tersebut melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat menyelidiki.

Portal berita online Malaysiakini merekam Mendagri Zahid Hamidi ditanyai oleh seorang jurnalis perihal hilangnya senjata dan peralatan kepolisian di tengah angka kejahatan nasional yang meningkat.

Menteri tersebut kemudian mengancam menutup media yang memuat laporan yang sumbernya berasal dari sumber yang off the record.

"Ini off the record, mohon jangan tulis apa-apa, jangan ambil foto saya dan kerumunan, saya tidak izinkan," ucapnya dalam video yang dapat dilihat di situs Malaysiakini dan Youtube.

Kemudian, Zahid berkata dalam bahasa Melayu bahwa ia akan menutup surat kabar bahasa Inggris, Melayu, China, atau Tamil, yang melaporkan kata-katanya.

Asisten Chief Editor Malaysiakini, RK Anand, kepada ABC, mengatakan, wartawan yang bersangkutan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang sah, dan perilaku menteri tersebut tidak pantas sebagai seorang pejabat senior pemerintah.

"Ini menyangkut isu yang amat penting, hilangnya senjata, kendaraan polisi, borgol, dan kepala kepolisian dikritik berat saat ia berkata bahwa senjata-senjata itu kemungkinan jatuh ke laut," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami tadinya berharap Menteri Dalam Negeri bisa memberikan penjelasan mengenai masalah ini. Namun, ia malah menyorot jurnalis kami, dan bahkan menjelek-jelekkan Malaysiakini, menuduh memutarbalikkan dan membelokkan pernyataan-pernyataannya."

Menurut Anand, respons semacam itu bukan pertama kali terjadi. "Terutama dari para menteri, maksud saya, para politisi dari koalisi yang berkuasa selalu menegur kami 'secara bercanda' atau bahkan mencegah kami menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang penting secara nasional. Saya rasa itu sangat tak pantas. Itu menghalangi kami melaporkan kebenaran dan memastikan masyarakat Malaysia mendapat informasi mengenai isu-isu penting," katanya.

Hari Senin (7/10/2013) lalu, Asosiasi Editor Surat Kabar Bahasa China mendesak Zahid menarik kembali ancamannya untuk menutup sejumlah surat kabar. ABC telah mencoba meminta respons Pemerintah Malaysia, tetapi belum mendapat tanggapan hingga sekarang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.