Kompas.com - 08/10/2013, 17:45 WIB
EditorTri Wahono
KOMPAS Tommy Firman

Oleh Tommy Firman

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan bahwa peringatan Hari Habitat Sedunia diselenggarakan pada minggu pertama bulan Oktober setiap tahun. Tahun 2013, Hari Habitat Sedunia diperingati pada tanggal 1 Oktober.

Perhatian PBB pada habitat atau secara lebih spesifik pada permukiman (human settlement), khususnya untuk negara-negara sedang berkembang, secara formal telah dideklarasikan pada Konferensi Habitat Internasional I di Vancouver, Kanada, tahun 1976.

Konferensi ini menghasilkan Deklarasi Vancouver tentang habitat yang, antara lain, menekankan bahwa permukiman harus merupakan instrumen dan obyek pembangunan, pemenuhan perumahan dan kelengkapannya sebagai salah satu hak mendasar manusia, khususnya masyarakat miskin, serta pengendalian penggunaan dan kepemilikan lahan.

Sebagai implementasi dari deklarasi tersebut, banyak negara sedang berkembang melaksanakan berbagai program pembangunan perumahan, khususnya untuk masyarakat kurang mampu di perkotaan.

Berlangsung sejak pertengahan 1970-an hingga kini, program meliputi Site and Services yang populer hingga pertengahan tahun 1980-an, perbaikan daerah kumuh,perbaikan kampung (KIP), pembangunan infrastruktur perkotaan, konsolidasi lahan, pemilikan rumah, dan KPR-BTN di Indonesia.

Lembaga-lembaga dunia yang terkait dengan pembangunan, seperti Bank Dunia, Program Pembangunan PBB (UNDP), dan Bank Pembangunan Asia, aktif mendanai.

Dua puluh tahun kemudian, 1996, Konferensi Habitat II di Istanbul, Turki, mendeklarasikan bahwa lingkup habitat semakin melebar, tidak hanya masalah perumahan dan permukiman (shelter) semata, tetapi juga perkotaan secara luas. Perkotaan harus diarahkan menjadi pusat-pusat peradaban, pendorong kemajuan ekonomi, serta pengembangan budaya, spiritual, dan ilmu pengetahuan.

Disadari pula bahwa pengembangan perkotaan harus mempertimbangkan pluralitas dan mendorong solidaritas masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas hidup di permukiman, perlu didorong program-program pembangunan terkait untuk mengantisipasi kepadatan penduduk berlebihan, kekurangan perumahan, kemiskinan, lapangan kerja, serta buruknya infrastruktur dasar dan pelayanan publik.

Demikian pula dengan eksklusi sosial, kekerasan, serta keamanan, khususnya untuk wanita dan anak-anak, penyandang cacat (disabled), serta berbagai masalah sosial lain.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.