Rusia "Sadap" Semua Komunikasi di Olimpiade Sochi

Kompas.com - 07/10/2013, 18:25 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin memegang obor yang menandai arak-arakan obor Olimpiade Musim Dingin yang akan digelar di kota Sochi, Rusia tahun depan. ALEXEI NIKOLSKY / RIA-NOVOSTI / AFPPresiden Rusia Vladimir Putin memegang obor yang menandai arak-arakan obor Olimpiade Musim Dingin yang akan digelar di kota Sochi, Rusia tahun depan.
EditorErvan Hardoko
MOSKWA, KOMPAS.com — Pemerintah Rusia dikabarkan telah memasang sistem pengawasan di semua lokasi yang digunakan untuk pagelaran Olimpiade Musim Dingin tahun depan di Sochi.

Para analis keamanan mengatakan, sistem pengamanan Rusia ini memungkinkan aparat keamanan negeri itu mendengarkan percakapan baik atlet maupun pengunjung.

Sistem pengawasan ini pertama kali dikembangkan dinas rahasia Uni Soviet KGB dalam dekade 1980-an dan terus diperbarui. Demikian seorang analis keamanan Andrei Soldatov, Senin (7/10/2013).

Dari penelitian yang dilakukan Soldatov dan rekannya Irina Borogan, sistem pengamanan bernama SORM itu memberi akses ke semua komunikasi telepon dan internet dalam Olimpiade yang akan digelar Februari mendatang.

Para penyedia jasa telekomunikasi diminta membiayai peralatan dan pemasangan SORM. Meski demikian, para penegak hukum tetap bisa menyadap tanpa perlu mendapatkan izin pengadilan.

"Para operator telekomunikasi tidak tahu kapan FSB (dinas rahasia Rusia) melakukan penyadapan," ujar Soldatov.

Mengutip data dari dokumen yang dipublikasikan Pemerintah Rusia, Soldatov mengatakan, pemasangan sistem pengawasan ini sudah dimulai sejak 2010.

Pemerintah Rusia menyediakan anggaran sebesar 50 miliar dollar AS dalam bentuk anggaran negara dan dana swasta untuk mengembangkan infrastruktur dan jaringan internet di Sochi.

"Ada janji bahwa pengunjung akan memiliki akses WiFi tercepat sepanjang sejarah Olimpiade, dan gratis," tambah Soldatov.

Namun di saat bersamaan, penyedia jasa telekomunikasi nasional Rostelecom memasang sistem DPI (deep packet inspection) di semua jaringan telepon seluler.
Sistem ini memungkinkan FSB tak hanya memantau, tetapi juga menyaring komunikasi.

Rusia, lanjut Soldatov, juga akan membawa pengawasan keamanan ke level baru dengan penggunaan drone serta sonar untuk mendeteksi keberadaan kapal selam.



Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X