Empat Perempuan Saudi Dapat Izin Praktik Pengacara

Kompas.com - 07/10/2013, 15:36 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorErvan Hardoko
RIYADH, KOMPAS.com — Empat orang perempuan Arab Saudi mencatatkan sejarah menjadi perempuan pertama negeri itu yang mendapatkan lisensi praktik pengacara dari Kementerian Kehakiman negeri itu.

Bayan Zahran, Jihan Qurban, Sarra Al Omari, dan Ameera Quqani pada Minggu (6/10/2013), menerima lisensi yang mengubah status mereka dari hanya sekadar konsultan hukum menjadi pengacara.

Perubahan status itu berarti larangan bagi perempuan Saudi untuk mempraktikkan hukum di ruang sidang atau memiliki firma hukum sendiri akan segera dicabut.

Hasil menggembirakan ini menyusul upaya tanpa kenal lelah selama beberapa tahun yang diajukan sejumlah perempuan yang ingin mereka bisa menggunakan ilmu hukum yang mereka pelajari di universitas.

Dampak dari keputusan ini akan sangat dirasakan sistem hukum lokal ketika kasus-kasus yang melibatkan perempuan selalu lebih condong memenangkan kaum pria.

Para perempuan Saudi kini akan melihat kehadiran para perempuan pengacara ini merupakan  kesempatan untuk mendapatkan keadilan yang lebih besar.

"Ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Saya kini memegang lisensi dan sertifikat yang diberikan pemerintah," kata Ameera Quqani yang tinggal di kota Jeddah itu.

Ameera mengatakan, dia lulus dari Universitas King Abdul Aziz di Jeddah pada 2008. Sejak itu dia bekerja di sebuah firma hukum di Jeddah dan menangani kasus-kasus sengketa perusahaan dan perburuhan.

"Dengang lisensi ini, saya kini pengacara, bukan hanya konsultan hukum. Itu berarti saya bisa menangani sejumlah kasus di pengadilan," tambah dia.

Untuk saat ini, Ameera masih akan bergabung di firma hukum tempatnya bekerja selama lima tahun terakhir ini. Namun, dia bercita-cita untuk memiliki sebuah firma hukum sendiri.

Sementara itu, Bayan Zahran memilih Twitter untuk berbagi kebahagiaannya.

"Saya menerima lisensi pengacara. Saya berdoa kepada Tuhan agar apa yang saya peroleh bisa saya gunakan untuk melayani agama dan negara saya," ujar Bayan sambil mengunggah foto lisensi pengacara yang berlaku selama lima tahun.

Sejak tahun lalu, Kementerian Kehakiman Arab Saudi sudah berencana akan memberikan lisensi pengacara kepada perempuan.

Awalnya, pemerintah berencana hanya mengizinkan perempuan pengacara menangani kasus-kasus hukum yang terkait masalah-masalah keluarga. Namun dalam keputusan akhir, perempuan pengacara diperkenankan menangani semua kasus hukum.



Sumber Gulf News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X