Kompas.com - 05/10/2013, 21:41 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

HANOI, KOMPAS.com - Arsitek perang gerilya tentara Vietnam melawan perancis dan Amerika Serikat, Jenderal Vo Nguyen Giap, meninggal dunia di usia 102 tahun pada Jumat (4/10/2013).

Pemerintah Komunis Vietnam pada hari ini, Sabtu (5/10/2013) secara resmi mengumumkan untuk menghormati jasa Giap, akan dilaksanakan hari berkabung nasional selama 2 hari. Pada 12 Oktober, jenazah Giap akan disemayamkan di rumah duka nasional, dan akan dikebumikan sehari setelahnya.

Giap, yang meninggal pada usia 102 adalah perancang perang gerilya tentara Vietnam. Dia adalah orang kedua yang paling dihormati di negara tersebut setelah Ho Chi Minh, dan dianggap sebagai pendiri Vietnam.

Giap merupakan prajurit yang belajar taktik tempur secara otodidak, dan kemenangannya melawan penjajah telah membuatnya sangat melegenda. Dia berhasil mempertahankan kemenangan Vietnam saat melawan Perancis.

Pada tahun 1954, Giap dan pasukan Vietnam mengakhiri kekuasaan Perancis dalam perang di Dien Bien Phu, sekaligus mengakhiri kekuasaan Perancis di kawasan Indochina.

Tak berhenti melawan Perancis, Giap juga memimpin perlawanan tentara Vietnam terhadap Amerika Serikat, hingga berhasil merebut Kota Saigon pada 30 April 1975.

Banyak Profesi

Mengutip Majalah Angkasa, secara profesi, ia pernah melakoni beberapa pekerjaan, mulai dari kurir, jurnalis, panglima angkatan perang, hingga anggota politbiro. Saat memimpin pasukan Vietnam melawan Prancis di Perang Indo China I (1946 - 1954), ia sadar kemampuan bersenjata pasukannya bukan merupakan lawan imbang.

Maka Giap dengan cerdik memanfaatkan keunggulan pasukan Viet Minh dalam mengenal Tanah Airnya sendiri. Dengan cara ini, Prancis dibuat pusing karena seperti berperang melawan tikus yang tak jelas ke mana larinya, lalu muncul di sembarang tempat untuk balik menyerang.

Berkat Giap pula, kepercayaan diri para prajuirtnya berhasil dibangun hingga menjadi kesatuan militer yang ditakuti. Tentara yang berasal dari segenap warga itu berhasil diangkat jiwa nasionalismenya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber ,
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.