Korban Tewas Warga Sipil Afganistan oleh NATO Biang Keladi Perselisihan

Kompas.com - 05/10/2013, 17:03 WIB
SHAH MARAI / AFP Sepatu seorang korban tercecer di lokasi terjadinya bom bunuh diri di depan Pengadilan Tinggi Kabul, Afganistan. Insiden ini menewaskan 14 orang dan 38 orang lainnya terluka.
KOMPAS.com - Sampai sekarang, korban tewas warga sipil oleh serangan militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara Utara (NATO) di Afganistan selalu menjadi biang keladi perselisihan dengan pemerintah Afganistan.  Menurut warta AFP pada Sabtu (5/10/2013). "Bahkan hingga NATO mempersiapkan diri untuk hengkang dari Afganistan pada 2014,"tulis media itu.

Bulan lalu, catatan pihak Afgansitan menunjukkan kalau serangan NATO di Kunar, timur Afganistan menewaskan 16 warga sipil. Korban itu termasuk perempuan dan anak-anak. "Serangan kami menewaskan militan,"kata bantahan NATO.

Sejak Taliban menyatakan bangkit melakukan perlawanan pada 2001, ribuan warga sipil Afganistan menjadi sasaran empuk pertikaian bersenjata. Menyimak catatan PBB, sampai dengan pertengahan 2013, ada lebih dari seribu warga sipil tewas. Sementara itu, ada 2.000 warga sipil terluka. "Angka pada periode ini naik 23 persen ketimbang periode sama pada 2012," demikian PBB.



EditorJosephus Primus

Close Ads X