Kompas.com - 04/10/2013, 13:18 WIB
EditorErvan Hardoko

CANBERRA, KOMPAS.com - Pemerintah Federal Australia diimbau agar memikirkan lagi kebijakan parkirnya, sehubungan dengan rencana  mengharuskan pengunjung Gedung Parlemen di Canberra membayar parkir mulai Juli 2014.

Pemerintah terdahulu Australia pimpinan Partai Buruh mengumumkan dalam RAPBN bulan Mei bahwa Otorita Ibukota Nasional akan memberlakukan ketentuan membayar parkir dalam Zona Parlemen mulai bulan Juli 2014.
 
Sekarang ini parkir di Gedung Parlemen gratis selama tiga jam untuk pengunjung.
 
Kalau ketentuan bayar parkir itu diberlakukan, berarti lembaga-lembaga nasional yang masih bebas parkir bakal dipenuhi mobil pengunjung.
 
Pada Kamis (3/10/2013), pejabat-pejabat Parlemen mengeluarkan pernyataan yang mengkonfirmasi diterapkannya ketentuan bayar parkir bagi pengunjung mulai bulan Juli tahun depan.
 
Dikatakan, kalau Gedung Parlemen terus menyediakan parkir gratis, hal itu akan membatasi jumlah wisatawan dan pengunjung lainnya yang datang ke sana.
 
Tetapi keputusan itu telah menuai komentar mengenai keadilan dan aksesibilitas.
 
"Ini gedung rakyat," kata Senator Zed Seselja dari Partai Liberal wilayah ibukota Australia (ACT).

"Tadi saja saya melihat turis dan juga beberapa keluarga mengambil foto di depan Gedung Parlemen. Kita seharusnya membuat gedung ini gampang diakses orang,"  tambah Seselja.

 
Senator Seselja mengimbau pemerintah agar mempertimbangkan kembali kebijakan itu. Ia berpendapat kebijakan itu kurang dipikirkan dengan seksama oleh pemerintah Partai Buruh, dan bisa menimbulkan akibat negatif.
 
Perubahan itu juga akan berpengaruh pada orang-orang yang bekerja di Gedung Parlemen, karena mereka akan terkena pajak fasilitas tambahan kalau mendapat fasilitas parkir di kantor.
 
Pihak Parlemen telah meminta dilakukannya investigasi mengenai dampak perubahan itu pada orang-orang yang bekerja di Gedung Parlemen.
 
"Saya pikir pasti bakal rumit untuk memastikan peraturan ini adil bagi sekian banyak pegawai yang bekerja di Gedung Parlemen," kata Andrew Leigh, anggota parlemen dari Partai Buruh. 
 
Suatu studi kelayakan akan dilakukan untuk beberapa opsi parkir-bayar di semua tempat parkir Gedung Parlemen dan sekitarnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.