Ketua Partai Neo-Nazi Yunani Jalani Penahanan Pra-Sidang

Kompas.com - 03/10/2013, 10:25 WIB
Nikolaus Mihaloliakos, pemimpin partai ultra-kanan Golden Dawn, saat ditangkap aparat kepolisian Yunani menyusul pembunuhan seorang penyanyi rap oleh salah seorang pendukung partai anti-imigran ini. Angelos Tzortzinis / AFPNikolaus Mihaloliakos, pemimpin partai ultra-kanan Golden Dawn, saat ditangkap aparat kepolisian Yunani menyusul pembunuhan seorang penyanyi rap oleh salah seorang pendukung partai anti-imigran ini.
EditorErvan Hardoko
ATHENA, KOMPAS.com - Pemimpin partai Golden Dawn yang beraliran Neo-Nazi Nikos Michaloliakos, Kamis (3/10/2013), ditahan untuk menunggu sidang lanjutan setelah menjalani mendengarkan kesaksian panjang di pengadilan.

Michaloliakos dituduh mengelola sebuah organisasi kriminal, dalam upaya pembubaran partai ini setelah simpatisannya membunuh seorang musisi anti-fasis pada 18 September lalu.

Sejumlah media lokal mengabarkan pengadilan selanjutnya memutuskan seorang pemimpin Golden Dawn setempat yang terlibat dalam pembunuhan Pavlos Fyssas, sang musisi,  juga harus ditahan.

Pada Rabu (2/10), empat orang anggota parlemen dari Golden Dawn didakwa menjadi anggota organisasi kriminal, dalam sebuah pengadilan perdana terhadap pada anggota Neo-Nazi di Yunani.

Namun, tiga dari empat orang itu kemudian dibebaskan dengan jaminan dan hanya satu orang yang ditahan untuk menanti proses sidang selanjutnya.

Satu orang yang ditahan ini disebabkan polisi menemukan bukti bahwa yang bersangkutan pernah berbicara dengan anggota geng yang membunuh Fyssas.

Pembebasan bersyarat tiga politisi Golden Dawn itu dianggap mengejutkan karena beratnya dakwaan yang dijatuhkan kepada mereka. Para petinggi pengadilan kemudian menegaskan pembebasan itu bukan berarti dakwaan terhadap ketiganya juga dibatalkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X