Kompas.com - 02/10/2013, 08:54 WIB
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama berjanji untuk tidak membiarkan Partai Republik melemahkan undang-undang kesehatannya sebagai syarat untuk menormalkan kembali jalannya pemerintahan AS.

Pemerintah telah menutup sebagian operasional sejumlah departemen federal setelah dua majelis Kongres gagal menyetujui anggaran baru, dan Partai Republik bersikeras untuk mencabut atau menunda UU Kesehatan Obama.

"Mereka (Republik) meminta tebusan," kata Obama yang berasal dari Partai Demokrat.

Pada Selasa (1/10/2013) kemarin, Obama menyalahkan Partai Republik konservatif di DPR atas penutupan ini. Dia mengatakan "satu faksi dari satu pihak" bertanggung jawab karena "mereka tidak suka sebuah undang-undang."

Undang-undang yang dimaksud Obama tak lain dan tak bukan adalah Patient Protection Affordable Care Act alias Obamacare.

"Mereka sudah menutup pemerintahan atas perang salib ideologis demi menolak asuransi kesehatan yang terjangkau bagi jutaan rakyat Amerika," kata Obama di Gedung Putih.

Ia memaksa Kongres untuk "meloloskan anggaran, mengakhiri penutupan operasional pemerintah, membayar tagihan, mencegah kemacetan ekonomi."

Saling menyalahkan

Sementara itu, pihak Republik telah menyerukan dilakukannya pembicaraan dengan Demokrat.

"Mungkin jika Presiden Obama menghabiskan sedikit waktu berpidato dan lebih banyak bekerja dengan Kongres untuk memecahkan masalah, kita tidak berada dalam situasi yang dapat dihindari ini," ujar salah seorang juru bicara Partai Republik Rory Cooper kepada BBC.

Gedung Putih menolak rencana Partai Republik untuk mendanai beberapa bagian dari pemerintah seperti taman nasional, program veteran dan anggaran wilayah District of Columbia.

Pemerintahan Obama mengatakan akan memveto setiap RUU untuk mendanai pemerintah secara sebagian bagian.

"Upaya ini tidak serius, dan tidak ada cara untuk menjalankan pemerintahan," kata juru bicara Amy Brundage dalam sebuah pernyataan.

Obama memang menandatangani tagihan pada Senin (30/9/2013) malam untuk memastikan bahwa militer akan dibayar selama penutupan.

Sementara Partai Demokrat dan Republik saling menyalahkan, sebuah jajak pendapat yang dirilis tak lama setelah penutupan operasional pemerintah terjadi menunjukkan publik Amerika cenderung menyalahkan strategi Partai Republik.

Diperkirakan 72 persen dari pemilih menentang Kongres yang menutup pemerintah federal untuk memblokir undang-undang kesehatan, menurut sebuah jajak pendapat yang digelar Universitas Quinnipiac.

Lebih dari 700.000 pegawai federal menghadapi cuti tanpa dibayar. Selain itu taman nasional, museum dan banyak bangunan juga ditutup.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.