Kompas.com - 01/10/2013, 22:27 WIB
Menteri Luar Negeri AS John Kerry (kiri) dan Menlu Rusia Sergey Lavrov (kanan) di sela-sela konferensi pers di Jenewa, Swis, Sabtu (14/9/2013). Kedua pihak sepakat akan melucuti semua cadangan senjata kimia Suriah. AFP PHOTO/PHILIPPE DESMAZESMenteri Luar Negeri AS John Kerry (kiri) dan Menlu Rusia Sergey Lavrov (kanan) di sela-sela konferensi pers di Jenewa, Swis, Sabtu (14/9/2013). Kedua pihak sepakat akan melucuti semua cadangan senjata kimia Suriah.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Pihak Rusia membolehkan oposisi Suriah mengikuti konferensi damai soal Suriah di Geneva, Swiss. "Oposisi Suriah hadir dalam opini bukan teroris atau ekstremis," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov merujuk pada syarat yang diminta negaranya.

Lavrov menerangkan konferensi damai itu sendiri bertajuk Konferensi Damai Geneva II. "Pihak Barat harus menjelaskan posisi kelompok oposisi Suriah agar ada kejelasan dalam konferensi damai nanti," kata Lavrov.

Lavrov, dalam kesempatan berbicara kepada media pada Selasa (1/10/2013) sebagaimana warta AP, juga mengkritik PBB yang tidak menempatkan tim pakar senjata kimia untuk memeriksa Aleppo. Rusia mengklaim Aleppo adalah basis kelompok oposisi Suriah. "Rusia akan tetap melanjutkan penyelidikan soal senjata kimia Suriah," katanya.

Soal senjata kimia Suriah memang mengemuka sejak serangan di Ghouta, Damaskus, pada 21 Agustus 2013. Waktu itu, ada 1.400 warga yang tewas. Dugaan kuat mengemuka kalau rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia dalam serangan tersebut.

Pada Senin kemarin, penyelidik PBB meninggalkan Suriah setelah enam hari melakukan penyelidikan di negara itu. "Tim akan menuntaskan laporan penyelidikan akhir Oktober," kata Juru Bicara PBB Martin Nesirky.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.