Selandia Baru Tertarik Kerja Sama Bidang Geotermal dengan Indonesia

Kompas.com - 01/10/2013, 18:26 WIB
Aliran uap air yang terjebak di antara gas karbondioksida (CO2) mengalir dari Kawah Timbang di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (26/3/2013) menuju ke arah selatan menuju lembah Kali Sat. Aliran uap air mengandung gas beracun ini bisa mencapai 350 meter dari kawah. Status Kawah Timbang di Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara tiga pekan terakhir masih ditetapkan Waspada. Hingga kini, konsentrasi gas CO2 dan hidrogen sulfida (H2S) masih di atas batas normal. Warga dilarang beraktivitas di dalam zona bahaya yang ditetapkan 500 meter dari kawah. 
KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSOAliran uap air yang terjebak di antara gas karbondioksida (CO2) mengalir dari Kawah Timbang di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (26/3/2013) menuju ke arah selatan menuju lembah Kali Sat. Aliran uap air mengandung gas beracun ini bisa mencapai 350 meter dari kawah. Status Kawah Timbang di Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara tiga pekan terakhir masih ditetapkan Waspada. Hingga kini, konsentrasi gas CO2 dan hidrogen sulfida (H2S) masih di atas batas normal. Warga dilarang beraktivitas di dalam zona bahaya yang ditetapkan 500 meter dari kawah.
EditorEgidius Patnistik
KBRI Selandia Baru Menteri Energi dan Sumber Daya Selandia Baru, Simon Bridges, dan Kepala Perwakilan/Kuasa Usaha Ad Interim KBRI untuk Selandia Baru, PLE Priatna.
WELLINGTON, KOMPAS.COM — Selandia Baru tertarik untuk mempererat kerja sama di bidang panas bumi atau geotermal dan tenaga kerja dengan Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Selandia Baru Simon Bridges mengemukakan hal itu dalam pertemuan dengan Kepala Perwakilan/Kuasa Usaha Ad Interim KBRI untuk Selandia Baru, PLE Priatna, di Wellington, Senin (30/9/2013).

"Indonesia yang secara geografis berdekatan dengan banyak negara, termasuk Australia, tentunya memiliki posisi penting bagi Selandia Baru, khususnya  menyangkut potensi panas bumi," kata Simon Bridges yang merangkap sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Perubahan Iklim sebagaimana dikutip siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Selandia Baru. Negeri Kiwi, kata dia, punya keunggulan keahlian dan teknologi di bidang panas bumi serta  pengembangan energi terbarukan.

PLE Priatna dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa, mengatakan, "Politisi muda yang menjadi menteri di kabinet PM John Key ini sangat berkeinginan untuk bisa mengunjungi Jakarta dalam waktu dekat, untuk mempererat kerja sama; tidak saja di bidang energi, tetapi juga tenaga kerja kedua negara."

Berdasarkan data KBRI di Selandia Baru, sejak akhir tahun 1970, negara itu telah membantu secara nyata pengembangan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu II di Jawa Barat. Pemerintah Indonesia berharap Selandia Baru dapat membantu investasi di bidang geotermal 10.000 megawatt, sekitar 40 persen geotermal yang ramah lingkungan. Berdasarkan pihak KBRI, ada 28 titik di wilayah Indonesia yang telah siap dibuka untuk penanaman modal di bidang geotermal tersebut.

Di bidang tenaga kerja, sejak November 2012, Selandia Baru juga membuka lapangan kerja bagi 100 WNI untuk bekerja sebagai chef (ahli masak) makanan Indonesia, 20 WNI sebagai pemotong hewan, dan 20 tenaga guru bahasa Indonesia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.