Kompas.com - 01/10/2013, 15:16 WIB
Paus Fransiskus dengan gembira berfoto bersama para remaja Italia yang sedang mengunjungi Vatikan. Foto Paus dengan para remaja itu dengan cepat menyebar di dunia maya. AP PhotoPaus Fransiskus dengan gembira berfoto bersama para remaja Italia yang sedang mengunjungi Vatikan. Foto Paus dengan para remaja itu dengan cepat menyebar di dunia maya.
EditorEgidius Patnistik
VATICAN CITY, KOMPAS.COM — Paus Fransiskus mengecam "kebobrokan" di Vatikan dan mengatakan lembaga kepausan "terlalu Vatikan-sentris".

Paus mengatakan hal itu dalam sebuah wawancara dengan harian Italia, La Repubblica, yang diterbitkan pada Selasa (1/10/2013). Dalam wawancara itu, Paus juga mengungkapkan bahwa ia sempat berpikir untuk menolak pencalonan dirinya menjadi paus.

Wawacara tersebut terbit saat Paus siap bertemu sekelompok kardinal penasihatnya. Para kardinal itu dipanggil untuk pertama kali guna memberikan nasihat tentang reformasi di Vatikan.

Dalam wawancara itu, Paus juga meminta Gereja untuk terlibat lebih banyak dengan dunia modern. "Para pemimpin Gereja sering kali menjadi Narsisus (tokoh dalam mitologi Yunani yang jatuh cinta pada bayangannya sendiri di dalam kolam), dipuaskan dan dibuat senang oleh orang-orang di sekeliling mereka. Para penjilat merupakan sumber kebobrokan kepausan," kata Fransiskus. Takhta Suci "terlalu Vatikan-sentris," katanya.

Fransiskus juga mengatakan ia sempat mempertimbangkan untuk menolak kursi kepausan setelah terpilih oleh sesama kardinal dalam konklaf bersejarah di Kapel Sistina pada Maret lalu. "Sebelum menerima, saya meminta apakah saya bisa istirahat selama beberapa menit di kamar sebelah dekat dengan balkon di atas alun-alun ... Saya merasa sangat cemas," katanya.

"Saya memejamkan mata saya dan semua pikiran itu menghilang, bahkan pikiran tentang menolak untuk menerima nominasi itu. Pada suatu titik, saya merasakan terang cahaya yang besar memenuhi saya. Ini berlangsung sesaat, tetapi bagi saya tampaknya waktu yang sangat lama," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X