Kompas.com - 01/10/2013, 10:57 WIB
PM Tony Abbott dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/9/2013). ADEK BERRY / AFPPM Tony Abbott dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/9/2013).
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyatakan dukungannya atas kebijakan Pemerintah Indonesia serta kedaulatan Indonesia atas Provinsi Papua.

Abbott yang untuk pertama kalinya mengunjungi Indonesia sebagai Perdana Menteri lugas menyebut Papua sebagai bagian integral dari Indonesia. Dia juga bahkan menyebutkan akan membantu Indonesia jika ada yang berupaya untuk melawan pengakuan kedaulatan atas Papua.

“Kepada Anda bapak presiden dan kepada rakyat Indonesia, Pemerintah Australia memandang serius kalau ada yang ingin menggunakan negara kami melawan Indonesia. Kami akan lakukan apa yang kami bisa untuk mengagalkan dan mencegahnya,” janji Abbott, usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Senin (30/9/2013).

Abbot juga menyampaikan kalau dirinya yakin rakyat Papua bisa menggapai masa depan lebih baik sebagai bagian dari Indonesia.

Respon pernyataan itu disampaikan Abbott usai Yudhoyono juga menyinggung soal isu Papua. Yudhoyono mengungkapkan telah mengedepankan kebijakan kesejahteraan dan demokrasi di Papua yang dipandang sebagai solusi terbaik.

“Sebagai contoh, biaya pembangunan per kapita di seluruh Indonesia yang paling tinggi itu untuk Papua,” jelasnya.

Kendati demikian Yudhoyono mengakui terdapat masalah lokal setempat dan struktural yang mesti dihadapi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Negara ini adalah negara demokrasi, tentu masalah ekspresi itu bagian dari demokrasi, tapi satu hal Papua bagian integral Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Yudhoyono.

Sebelumnya ada dorongan buat Tony Abbott agar membahas dugaan pelanggaran HAM di Papua bersama Yudhoyono.  Isu ini juga sempat dilontarkan Perdana Menteri Vanuatu, Moana Karkas Kalosil, dalam pertemuan Majelis Umum PBB yang sedang membahas krisis Suriah.

Dia menuding PBB ikut mengabaikan masyarakat Papua Barat dan penderitaan mereka karena tidak berarti.  PM Kalosil juga meminta PBB  menyelidiki dugaan kasus pelanggaran HAM di Papua.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X