Kompas.com - 30/09/2013, 17:08 WIB
Sebuah keluarga mengendarai sepeda motor di depan pasar di Kota Aleppo, Suriah, 14 September 2013. AFP PHOTO / JM LOPEZSebuah keluarga mengendarai sepeda motor di depan pasar di Kota Aleppo, Suriah, 14 September 2013.
EditorEgidius Patnistik

Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan, krisis pengungsi Suriah berkembang begitu cepatnya sehingga melebihi tingkat operasi bantuan yang didanai komunitas internasional.

Kepastian itu disampaikan oleh Juru Bicara UNHCR Adrian Edwards. Dia mengatakan, sejauh ini PBB baru menerima setengah dari jumlah bantuan yang diminta.

"Para donatur sebenarnya cukup bermurah hati, tetapi persoalan yang muncul adalah krisis ini berkembang lebih cepat dibanding jumlah dana yang diterima," kata Adrian Edwards dalam wawancara dengan BBC.

Sejumlah negara tetangga Suriah memerlukan bantuan segera guna menangani kedatangan sekitar dua juta pengungsi.

"Beberapa negara mungkin memerlukan bantuan lebih besar. Mereka mungkin memerlukan dukungan anggaran langsung, sebagian negara memerlukan dukungan pembangunan darurat, misalnya kesehatan, pendidikan, perumahan, penyediaan air, dan lain sebagainya," tambah Edwards.

Pertemuan Geneva

Sebagian besar dari dua juta orang yang melarikan diri dari perang di Suriah saat ini berada di Lebanon, Jordania, Turki, dan Irak. Besarnya jumlah pengungsi, menurut UNHCR, mengancam stabilitas politik dan sosial di kawasan.

Masalah pengungsi akan dibahas dalam pertemuan antara para menteri luar negeri negara-negara tetangga Suriah dan para pejabat UNHCR di Geneva hari ini (30/9/2013).

Mereka dijadwalkan akan meminta bantuan keuangan dari donatur Eropa dan Amerika Serikat.

"Komisioner Tinggi PBB untuk pengungsi akan meminta dukungan bagi negara-negara penerima pengungsi, termasuk dukungan anggaran langsung dan tentu saja bantuan lain, seperti layanan kesehatan, infrastruktur, dan proyek-proyek lain," kata Juru Bicara UNHCR di Jordania, Peter Kessler.

Menteri luar negeri yang direncanakan hadir dalam pertemuan di Geneva adalah menteri luar negeri Lebanon, Jordania, Turki, dan Irak.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.