China Hukum Berat Penyebar Teror Palsu ke Bandara

Kompas.com - 30/09/2013, 09:13 WIB
Foto ini menampilkan bagian depan Terminal 2 Beijing Capital International Airport , China. Sebuah lembaga internasional menyebut Bandara Beijing ini memiliki tingkat keterlambatan penerbangan terburuk di dunia. wikipediaFoto ini menampilkan bagian depan Terminal 2 Beijing Capital International Airport , China. Sebuah lembaga internasional menyebut Bandara Beijing ini memiliki tingkat keterlambatan penerbangan terburuk di dunia.
EditorErvan Hardoko
SHANGHAI, KOMPAS.com — Pemerintah China mengancam akan menjatuhkan sanksi berat bagi siapa pun yang membuat ancaman teroris palsu terhadap bandara dan maskapai penerbangan.

Ancaman ini dikeluarkan setelah serangkaian ancaman teroris palsu membuat sejumlah penerbangan tertunda dan menambah tekanan terhadap sistem pengawasan lalu lintas udara yang sudah sangat sibuk.

Sepanjang tahun ini, sejumlah bandara direpotkan dengan 80 ancaman teroris palsu, demikian dikabarkan kantor berita Xinhua. Antara 15-18 Mei saja enam ancaman bom terjadi dan mengakibatkan 22 penerbangan terpaksa kembali ke bandara, mendarat di bandara terdekat, atau ditunda.

Akibat semua kejadian ini, maka pengadilan tinggi China berencana untuk menjatuhkan hukuman penjara lima tahun jika kerugian ekonomi akibat ancaman palsu itu mencapai sekitar Rp 800.000.

Jika kerugian ekonomi yang ditimbulkan semakin besar, maka hukuman penjara yang akan dijatuhkan juga semakin besar.

Pernyataan pemerintah ini muncul sehari sebelum China memasuki masa libur nasional selama sepekan yang kemungkinan besar akan membuat kemacetan transportasi umum.

Ancaman palsu ini sering kali dibuat hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu dan lelucon belaka. Dalam beberapa kasus, ancaman seperti ini dibuat oleh para pria yang tak ingin kekasihnya meninggalkan mereka.

Sejumlah maskapai penerbangan China saat ini berjuang keras menangani meningkatnya kepadatan lalu lintas udara di tengah terbatasnya ruang udara sipil di negeri itu.

Akibat kepadatan ini, hanya sekitar 18,3 persen penerbangan yang meninggalkan Beijing tepat waktu, dan hanya 28,7 persen penerbangan tepat waktu di Shanghai.

Fakta ini membuat bandara Beijing dan Shanghai menjadi yang terburuk di dunia terkait urusan jadwal keberangkatan.

Aturan baru yang akan segera diterapkan ini tak hanya berlaku bagi para pengancam bandara dan penerbangan.

Aturan ini juga berlaku untuk para pengancam fasilitas publik lain, seperti kapal feri, kereta api, atau pusat perbelanjaan.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Internasional
Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X