Presiden Bolivia: Saatnya Pikirkan Gugat Amerika untuk Kejahatan Kemanusiaan!

Kompas.com - 27/09/2013, 00:54 WIB
Presiden Bolivia Evo Morales. AIZAR RALDES / AFPPresiden Bolivia Evo Morales.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
NEW YORK, KOMPAS.com — Bukan rahasia lagi bahwa Presiden Bolivia Evo Morales bukan penggemar Pemerintah Amerika Serikat. Di Sidang Umum PBB, ia "membagikan" keluhannya soal Amerika kepada khalayak yang lebih luas, menyerukan tindakan terhadap pemerintahan Barack Obama.

"Saya ingin mengusulkan ... bahwa kita mesti berpikir serius tentang sebuah 'pengadilan bangsa-bangsa' (tribunal of the people) dengan badan-badan internasional dan pembela hak asasi manusia besar (terlibat) untuk memulai gugatan terhadap pemerintah Obama," katanya di depan Sidang Umum PBB, di New York, Amerika, Selasa (24/9/2013).

Pada awal bulan ini, Presiden Bolivia mengatakan, negaranya akan menuntut Amerika Serikat ke pengadilan internasional untuk kejahatan terhadap kemanusiaan. Bisa saja pernyataan Morales hanya gertakan, tetapi itu tetap kritik keras untuk Pemerintah Amerika.

Pernyataan ini disampaikan di podium yang sama dengan yang pernah dipakai mendiang Hugo Chavez, Presiden Venezuela, ketika pada 2006 menyebut Presiden Amerika George W Bush sebagai iblis dan di belakang mikrofon mengatakan bahwa bau belerangnya masih tertinggal.

Pesan Chavez tujuh tahun silam adalah Bush bertindak "seolah-olah dia memiliki dunia". Morales punya keluhan serupa, kali ini untuk pemerintahan Barack Obama.

Menurut Morales, Kamis (26/9/2013), Amerika juga melakukan "pembajakan udara" dengan larangan terbang di atas wilayah Amerika atau membatasi jumlah visa untuk delegasi dari negara yang tak disukai. "Kadang-kadang, mereka membatasi visa kami," kecam Morales dalam wawancara dengan CNN en Español, Kamis. "Mereka memeras kami dengan visa," lanjut dia.

Morales pun mengatakan, Amerika menerapkan larangan terbang kepada orang-orang tertentu, lalu berbohong mengenai pelarangan itu. Tudingan ini merujuk pada pelarangan terbang di atas wilayah Amerika untuk Presiden Venezuela Nicolas Maduro beberapa waktu lalu, yang oleh Maduro juga disebut sebagai penghinaan.

Bagi Morales, pemerintahan Obama seolah bicara tentang demokrasi, tetapi bertindak sebagai hegemoni yang mendominasi dunia.
"Pertama, ia berbicara tentang perdamaian, kita tahu dia adalah penerima Hadiah Nobel Perdamaian. Namun, ia tidak memberikan kontribusi bagi perdamaian, " kata Morales.

Awal pekan ini, Obama berbicara di depan Sidang Umum PBB dengan fokus pada Iran dan Timur Tengah. Morales mengatakan, saat ini Amerika sedang mendapat hukuman karena sikap campur tangannya di Timur Tengah. "Ikut campur di wilayah itu dan sekarang dia dituduh terlibat konspirasi," sebutnya.

"Pada saat yang sama, Amerika disalahkan karena gagal melakukan tindakan yang cukup untuk memecahkan masalah di Timur Tengah dan menunjukkan ketidakpedulian terhadap penderitaan populasi Muslim," lanjut Morales.

Morales hadir dalam Sidang Umum PBB yang berlangsung di markas besar lembaga tersebut di New York Amerika. Namun, sejawatnya dari Venezuela, Maduro, tidak hadir. Morales pun menyarankan Sidang Umum PBB digelar di luar Amerika Serikat karena ada rasa tak aman di antara para pemimpin negara untuk masuk Amerika. Swiss atau Brasil menjadi lokasi sidang yang diusulkan Morales.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNN.com
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X