Kompas.com - 26/09/2013, 19:56 WIB
Pasukan Kenya melakukan manuver di salah satu sudut pusat perbelanjaan Westgate, Nairobi yang diduduki kelompok militan Al-Shabab selama empat hari yang menyebabkan 62 orang tewas. CARL DE SOUZA / AFPPasukan Kenya melakukan manuver di salah satu sudut pusat perbelanjaan Westgate, Nairobi yang diduduki kelompok militan Al-Shabab selama empat hari yang menyebabkan 62 orang tewas.
EditorErvan Hardoko

NAIROBI, KOMPAS.com - Petugas forensik Kenya dan sejumlah negara mulai mencari jenazah sandera di mal Westgate, Nairobi, di tengah ketidakpastian berapa banyak jasad yang dapat ditemukan setelah penyanderaan selama empat hari oleh kelompok militan.

Menteri Dalam Negeri Kenya Joseph Ole Lenku mengatakan korban tidak akan meningkat tajam dan ia perkirakan jenazah anggota kelompok militan yang akan ditemukan.

Namun Palang Merah Kenya mengatakan paling tidak 50 orang masih hilang, sementara 67 orang dipastikan tewas.

Pakar forensik Kenya dibantu oleh pakar dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Kanada serta Interpol untuk memeriksa DNA, sidik jari, dan petunjuk balistik lain di komplek pertokoan itu.

"Kami telah melakukan tahapan lebih lanjut," kata mendagri Joseph Ole Lenku.

Ia mengatakan pemeriksaan forensik akan dilakukan paling tidak selama tujuh hari.

Ia memastikan bahwa lima militan tewas dan ia perkirakan sejumlah mayat akan ditemukan di tengah puing-puing bangunan yang tiga lantainya runtuh itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Kenya masih dalam kondisi tiga hari berkabung untuk mengenang korban sipil dan militer yang meninggal dalam serangan dan penyanderaan yang dilakukan kelompok militan.

Pemakaman bintang televisi dan radio yang tengah hamil Ruhila Adatia termasuk dari sejumlah pemakaman yang dilakukan Kamis.

Sebagai tanda berkabung, warga mengibarkan bendera dipasang setengah tiang di seluruh ibu kota Kenya itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.