Kompas.com - 26/09/2013, 16:08 WIB
Polisi India berjaga di dekat lokasi serangan militan di Srinagar, Kashmir, Kamis (26/9/2013). Kelompok militan menyerang pos polisi dan kamp militer India di wilayah bermasalah itu dan menewaskan sedikitnya delapan orang. TAUSEEF MUSTAFA / AFPPolisi India berjaga di dekat lokasi serangan militan di Srinagar, Kashmir, Kamis (26/9/2013). Kelompok militan menyerang pos polisi dan kamp militer India di wilayah bermasalah itu dan menewaskan sedikitnya delapan orang.
EditorErvan Hardoko
SRINAGAR, KOMPAS.com - Anggota kelompok militan yang mengenakan seragam angkatan darat India, membunuh delapan orang dalam serangan ke sebuah kantor polisi dan basis militer di wilayah sengketa Jammu-Kashmir, dekat perbatasan dengan Pakistan, Kamis (26/9/2013).

Dalam serangan ke kantor polisi, tiga orang anggota militan menewaskan enam orang. Kemudian mereka membajak sebuah truk dan mengemudikannya ke dalam sebuah kamp militer, di mana mereka lalu bersembunyi di sebuah bangunan.

Di sana, ketiga orang militan itu membunuh sedikitnya dua personel militer termasuk seorang Letnan Kolonel.

"Mereka meninggalkan truknya di jalan raya nasional dan kemungkinan mereka merampas mobil lain dan melanjutkan serangan ke kamp militer Samba. Baku tembak di dalam kamp masih berlangsung," kata Rajesh Kumar, seorang inspektur jenderal polisi.

Menteri Utama Jammu dan Kashmir Omar Abdullah kepada wartawan mengatakan dia yakin kelompok militan itu masuk dari wilayah Pakistan dalam 24 jam terakhir.

Sehari sebelum serangan militan ini, Perdana Menteri India Manmohan Singh mengatakan dia akan bertemu dengan rekannya dari Pakistan, Nawaz Sharif, di sela-sela sidang umum PBB.

Menurut jadwal Singh dan Sharif akan membahas kekerasan yang meningkat di wilayah sengketa, Kashmir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akibat serangan militan ini, para politisi dari partai oposisi India menyerukan agar PM Singh menunda pertemuan yang dijadwalkan digelar Minggu (29/9/2013).

PM Singh mengecam serangan yang terjadi di Kashmir itu, namun dia bersikukuh pertemuan perdana dengan Sharif tetap akan digelar.

"Aksi ini merupakan satu lagi provokasi dan tindakan barbar yang dilakukan musuh-musuh perdamaian," kata Singh.

"Serangan seperti ini tidak akan menghalangi kami dan tak akan berhasil menggagalkan usaha kami untuk mencari solusi lewat proses dialog," lanjut Singh.

India menghadapi pemberontakan di Kashmir yang mayoritas penduduknya adalah Muslim sejak 1989. Selama ini India selalu menuding Pakistan mendukung militan Kashmir yang menentang India.

Berdasarkan data dari Portal Terorisme Asia Selatan, yang memantau aksi kekerasan di Kashmir, sepanjang tahun ini 128 orang tewas, termasuk 44 orang aparat keamanan.

Jumlah korban tewas ini meningkat jika dibandingkan tahun 2012 yang "hanya" 117 orang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.