Pulau Baru Muncul di Pakistan Setelah Gempa

Kompas.com - 26/09/2013, 09:06 WIB
Foto ini menunjukkan apa yang tampak sebagai sebuah pulau baru di lepas pantai Pakistan setelah gemba besar pada 24 September 2013 mengguncang negara itu. ABCFoto ini menunjukkan apa yang tampak sebagai sebuah pulau baru di lepas pantai Pakistan setelah gemba besar pada 24 September 2013 mengguncang negara itu.
EditorEgidius Patnistik

BALUCHISTAN, RABU — Warga mengais mencari barang yang bisa diselamatkan dari balik reruntuhan rumah mereka, Rabu (25/9), sehari setelah gempa bumi dahsyat mengguncang wilayah pedalaman Provinsi Baluchistan, Pakistan. Gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter itu menyebabkan sedikitnya 327 orang tewas dan 400 orang terluka.

Pemerintah Pakistan mengerahkan 1.000 tentara dan helikopter militer untuk menjangkau lokasi bencana yang terisolasi dan sulit dijangkau.

Kepala Staf Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Gempa Bumi Pakistan Brigadir Jenderal Syed Wajid Raza mengemukakan, kemungkinan jumlah korban terus bertambah karena masih banyak korban terperangkap di bawah reruntuhan bangunan ambruk.

”Sebagian besar rumah di sana terbuat dari lumpur. Mayoritas korban tewas karena tertimpa atap rumah,” ujarnya.

Minimnya peralatan, ditambah jalan yang rusak atau tertutup puing-puing bangunan, menyulitkan tim penyelamat menyisir lokasi. Kondisi tersebut menghambat proses evakuasi korban. ”Kami telah meminta pemerintah pusat menerjunkan tambahan tentara untuk membantu kami,” kata Raza.

Sejauh ini petugas telah mengevakuasi 174 korban selamat. Mereka dilarikan ke rumah sakit terdekat, seperti di Quetta, ibu kota Baluchistan, dan Karachi.

Juru bicara Pemerintah Provinsi Baluchistan, Jan Buledi, mengemukakan, pemerintah setempat benar-benar kesulitan menangani korban yang terus berdatangan. ”Sejumlah rumah sakit lokal rusak. Rumah sakit di wilayah lain tidak lagi cukup menampung korban luka. Kami sangat membutuhkan tenda, makanan, dan tambahan dokter. Banyak korban yang masih telantar,” kata Buledi.

Pada Rabu pagi, 60 truk militer yang membawa makanan, obat- obatan, dan tenda meninggalkan Karachi menuju Awaran, kota yang paling parah terdampak gempa.

Baluchistan adalah provinsi terluas di Pakistan, mencakup 44 persen luas negeri itu. Penduduknya tercatat 8 juta jiwa tersebar di daerah pedalaman yang sulit dijangkau.

Pusat gempa

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X