Korban Tewas Gempa Pakistan Sudah 93 Orang

Kompas.com - 25/09/2013, 09:01 WIB
Peta lokasi yang terdampak gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter pada Selasa (24/9/2013) petang. sr pld/mlm/jfs / AFPPeta lokasi yang terdampak gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter pada Selasa (24/9/2013) petang.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
ISLAMABAD, KOMPAS.com — Korban tewas dari gempa berkekuatan 7,7 skala Richter di Pakistan, Selasa (24/9/2013), sudah mencapai sekurangnya 93 orang. Gempa tersebut mengguncang Provinsi Balochistan, Pakistan barat daya, Selasa sore.

Mengutip juru bicara polisi Perbatasan, media setempat melaporkan Kabupaten Awaran di provinsi itu paling terdampak gempa. Di kabupaten tersebut, 80 orang tewas dan lebih dari 200 orang cedera, dengan ratusan rumah rata.

Beberapa orang diperkirakan masih tertimbun reruntuhan bangunan. Tim penolong dan militer masih terus melakukan pertolongan.

Masih dari laporan yang sama, delapan orang juga disebutkan tewas di Dandan, Kabupaten Kech. Sementara lima korban tewas dilaporkan dari Kabupaten Pasini, Turbat, Hub, dan Gwadar. Namun, kepastian jumlah korban jiwa masih simpang siur.

Wakil Ketua Majelis Provinsi Balochistan Abdul Qadoos Bazinjo mengatakan, lebih dari 150 orang tewas di provinsi itu, seperti dikutip Xinhua. Namun, beberapa pejabat lain tidak mengonfirmasi pernyataan tersebut.

Korban cedera dibawa ke rumah sakit lokal Awaran, tempat beberapa di antara mereka berada dalam keadaan kritis. Juru bicara pemerintah setempat mengatakan, tentara telah mengeluarkan 70 mayat dan membawa puluhan orang yang cedera ke rumah sakit di Awaran.

Setelah permintaan dari pemerintah kabupaten, militer Pakistan mengirim 300 prajurit termasuk personel penolong dan dokter serta obat, tenda, makanan, dan helikopter ke daerah itu.    Hubungan Masyarakat Antar-Layanan (ISPR), corong militer Pakistan, mengatakan, mereka telah mendirikan kamp pusat pertolongan di Kabupaten Khuzdar di provinsi tersebut.

Militer juga menyatakan telah mengirim 300 personel ke lokasi bencana dan 700 personel lain akan menyusul pada Rabu (25/9/2013). Sementara itu, Lembaga Penanganan Bencana Nasional di negeri tersebut mengungkapkan, setelah gempa besar yang terjadi sekitar pukul 16.59 waktu setempat, lima gempa susulan menggetarkan negeri itu termasuk gempa dengan kekuatan 5,9 skala Richter.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X