Kompas.com - 24/09/2013, 19:57 WIB
Pemerintah Filipina mengerahkan sedikitnya 4.500 personel angkatan darat ke Zamboanga untuk menghadapi ratusan anggota MNLF. TED ALJIBE / AFPPemerintah Filipina mengerahkan sedikitnya 4.500 personel angkatan darat ke Zamboanga untuk menghadapi ratusan anggota MNLF.
EditorErvan Hardoko
MANILA, KOMPAS.com - Lima orang prajurit Filipina ditahan karena menjarah di tengah pertempuran melawan pasukan pemberontak Moro (MNLF). Demikian juru bicara militer mengatakan, Selasa (24/9/2013).

Para prajurit itu ketahuan menjarah pada 20 September lalu ketika rekan-rekan mereka tengah sibuk bertempur melawan pasukan MNLF yang menguasai sebagian kota Zamboanga.

"Para prajurit melaporkan rekan mereka sedang menjarah di tengah pertempuran. Kabar ini diterima markas besar. Panglima tertinggi memerintahkan mereka ditahan dan diperiksa," kata juru bicara militer Filipina, Letkol Ramon Zagala.

Setelah para prajurit nakal itu ditangkap, Zagala menambahkan, semua barang hasil jarahan mereka berupa senjata api dan barang-barang pribadi dikembalikan kepada pemiliknya.

Militer Filipina sudah lama dituding kerap melakukan aksi kekerasan terhadap rakyat dan anggota militer jarang mendapatkan hukuman atas pelanggaran yang mereka lakukan di medan tempur.

Ratusan polisi dan tentara masih terus bertempur di kota Zamboanga, Mindanao sejak 200 orang anggota MNLF menguasai pinggiran kota itu pada 9 September.

Sejauh ini, 15 tentara dan polisi tewas. Sedangkan di pihak MNLF setidaknya 104 orang sudah kehilangan nyawa. Puluhan anggota MNLF juga sudah menyerah, namun sebagian lainnya masih bebas dan menyandera warga.

Di kota Zamboanga, helikopter serbu MG-520 dan sebuah pesawat tempur SF-260 menembaki kawasan hutan bakau yang diyakini menjadi tempat persembunyian anggota MNLF.

Sementara, kapal-kapal angkatan laut juga menembaki hutan bakau meski belum jelas apakah tembakan itu mengenai sasaran atau tidak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.