Kelompok Militan Serang Dua Pos Polisi Irak, 8 Tewas

Kompas.com - 24/09/2013, 18:55 WIB
Polisi Irak mengamankan jalan raya yang menghubungkan Baghdad dan kota Suleiman Bek lokasi pembunuhan 14 pengemudi truk Syiah oleh kelompok militan Sunni, Kamis (25/7/2013). STR / AFPPolisi Irak mengamankan jalan raya yang menghubungkan Baghdad dan kota Suleiman Bek lokasi pembunuhan 14 pengemudi truk Syiah oleh kelompok militan Sunni, Kamis (25/7/2013).
EditorErvan Hardoko
FALLUJAH, KOMPAS.com - Serangan kelompok militan terhadap dua kantor polisi dan sebuah gedung parlemen lokal di bagian barat laut Irak, Selasa (24/9/2013), menewaskan delapan orang, tujuh di antaranya polisi.

Serangan kelompok militan itu terjadi di kota Rawa dan Aana yang terletak tak jauh dari jalan raya yang menuju ke Suriah di Provinsi Anbar.

Selain menewaskan tujuh orang polisi, serangan militan itu juga menewaskan saudara laki-laki seorang pejabat lokal.

Serangan militan ini terjadi hanya berselang sehari setelah sebuah serangan bom menewaskan 15 orang warga Sunni yang sedang melayat di kota Baghdad.


Serangan bom itu didahului ledakan bom mobil yang terjadi di tengah-tengah upacara pemakaman yang dihadiri warga Syiah Irak pada Sabtu (21/9) dan menewaskan 73 orang.

Aksi kekerasan di Irak sudah mencapai tingkat yang sangat parah yang belum pernah lagi terjadi sejak 2008.

Dengan serangan militan di Anbar itu, maka jumlah korban tewas sepanjang September menjadi 610 orang. Sementara korban tewas sejak awal tahun ini sudah mencapai angka lebih dari 4.400 orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X