Kompas.com - 24/09/2013, 03:07 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
GUANGZHOU, KOMPAS.com — Topan Usagi telah menewaskan sedikitnya 25 orang setelah memasuki daratan di Provinsi Guangdong, China bagian selatan, Minggu (22/9/2013), berdasarkan pernyataan pemerintah provinsi tersebut, Senin (23/9/2013).

"(Mereka adalah) 13 orang warga kota Shanwei, enam warga kota Shantou, tiga warga kota Jieyang, serta masing-masing satu warga Guangzhou, Heyuan, dan Chaozhou," kata pernyataan dari Kantor Penanganan Darurat Pemerintah Provinsi Guangdong.

Topan Usagi berdampak pada 5,48 juta penduduk provinsi itu, dengan 310.000 warga kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 8.490 rumah ambruk dan 50.800 hektar tanaman rusak. Di Guangdong, kerugian akibat topan ini diperkirakan mencapai 7,1 miliar yuan, setara 1,16 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 12 triliun.

Topan Usagi—yang dalam bahasa Jepang berarti Topan Kelinci—diperkirakan telah mencapai puncak pada Sabtu (21/9/2013), setelah melewati Filipina dan Taiwan lalu bergerak ke China daratan. Meskipun kekuatannya sudah melemah pada Minggu, kecepatan angin topan tersebut masih mencapai 45 meter per detik ketika memasuki China daratan di Shanwei pada pukul 19.40 waktu setempat.

Kawasan timur Guangdong porak-poranda oleh topan ini, dengan Shanwei menjadi wilayah terparah terkena dampak. "Jumlah korban jiwa di kota kami meliputi tujuh orang yang tewas di lokasi pembangunan kereta. Kebanyakan korban tewas akibat tertimpa rumah yang ambruk di tempat orang berlindung," kata Xiao Zhan, Wakil Kepala Dinas Perairan Shanwei.

"Ini adalah topan paling kuat yang pernah kami saksikan dalam 30 tahun terakhir. Ini benar-benar mengerikan," kata seorang warga Shanwei yang bermarga Zheng, sebagaimana dilaporkan Xinhua—yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam.

Di kota praja Jinghai, kota Jieyang, seorang warga desa tewas setelah dadanya terhantam kaca jendela yang pecah akibat terjangan angin kencang. Para dokter gagal menyelamatkan nyawanya.

Markas pengawasan banjir di provinsi tersebut menyatakan, topan itu telah mengakibatkan air laut menggenangi daerah pantai, air sungai meluap, serta tanah longsor terjadi di wilayah pedesaan.

Pada Senin, 14 kota besar di Guangdong, termasuk ibu kota provinsi—Guangzhou, Shenzhen, dan Zhuhai, serta Makau dan Hongkong, yang bertetangga—masih membekukan kegiatan belajar mengajar. Lalu lintas pelayaran, kereta, dan udara juga dihentikan sebagai antisipasi atas topan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.