Menurut warta AP pada Senin (23/9/2013), masih terdengar tembakan di luar mal yang menjadi favorit para ekspatriat tersebut. Bunyi tembakan ada di kawasan Pusat Kebudayaan dan Religi Visa Oshwal. Kawasan itu adalah lokasi terdekat dengan mal tempat Palang Merah Kenya (KRCS), tentara, relawan, dan wartawan berbasis.
Sementara itu, polisi masih terus memburu kelompok bersenjata yang diduga menembaki staf KRCS dan aparat polisi. Hingga berita ini diunggah kondisi termutakhir ini setelah 30 jam silam sekelompok orang bertopeng dan masker bersenjata lengkap menyerbu ke dalam mal bernama Westgate itu. "Mereka menembak ke segala arah,"kata saksi mata.
Aksi pada Sabtu pagi itu adalah yang paling berdarah sejak 1998. Pada aksi ini kelompok militan Somalia mengaku bertanggung jawab. Menurut mereka, aksi tersebut merupakan balasan lantaran Kenya ikut mengintervensi Somalia demi membasmi kelompok teroris Al-Shabaab. "Silakan meninggalkan Somalia atau Kenya bakal hidup dalam serangan tetap seperti ini,"begitu pesan audio kelompok tersebut.
Hingga kemarin, data KRCS menunjukkan jumlah korban tewas ada 68 orang. Äda 175 orang lainnya terluka,"demikian KRCS.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.