Korban Tewas Serangan terhadap Gereja di Pakistan Jadi 77 Orang

Kompas.com - 22/09/2013, 22:22 WIB
Umat Kristen Pakistan di Lahore melakukan asksi protes terkait dua serangan bom diri terhadap sebuah gereja di Peshawar pada hari Minggu (22/9/2013) AFPUmat Kristen Pakistan di Lahore melakukan asksi protes terkait dua serangan bom diri terhadap sebuah gereja di Peshawar pada hari Minggu (22/9/2013)
EditorEgidius Patnistik
ISLAMABAD, KOMPAS.COM — Jumlah korban tewas dalam dua ledakan bom bunuh diri di sebuah gereja Protestan di Pakistan barat laut, Minggu (22/9/2013), bertambah jadi 77 orang, sementara korban luka tercatat 120 orang. Demikian data dari sebuah rumah sakit setempat sebagaimana dilaporkan CNN.

Serangan itu terjadi di All Saints Church Pakistan, di Kota Peshawar yang bergejolak, sekitar 120 kilometer dari ibu kota Pakistan, Islamabad. Menurut keterangan keuskupan Peshawar, dua pengebom menyerang pada saat kebaktian baru saja selesai. "Para pengebom bunuh diri memasuki kompleks gereja lewat gerbang utama dan meledakkan diri di tengah-tengah umat," kata pernyataan keuskupan itu sebagaimana terbaca di situs webnya. Para anggota paduan suara dan anak-anak sekolah Minggu termasuk di antara yang tewas. Demikian kata pernyataan itu.

Bagian luar gereja itu dipenuhi puing-puing, dan kerumunan orang serta petugas penyelamat berlumuran darah.

Pendeta Humphrey S Peters, Uskup Peshawar, menyatakan belasungkawa serta menyerukan doa. Namun, dia juga melontarkan kecaman keras. Dalam sebuah pernyataan, Peters mengecam pemerintah setempat. Ia menyebut serangan itu sebagai "kegagalan total" dari upaya pemerintah untuk melindungi kaum minoritas.

Orang Kristen hanya dua persen dari total populasi Pakistan yang mencapai 180 juta orang.

Sejauh ini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Namun, daerah Khyber Pakhtunkhwa, di mana Peshawar menjadi ibu kotanya, penuh dengan para ekstremis Islam dan telah menjadi tempat pertempuran antara pasukan keamanan Pakistan dan militan. Awal bulan ini, sebuah bom pinggir jalan di provinsi itu menewaskan seorang jenderal Pakistan. Kejadian itu hanya sehari setelah para pejabat mengumumkan rencana untuk menarik pasukan dari daerah tersebut dan mengupayakan pembicaraan damai dengan gerilyawan Taliban.

Juru bicara Taliban kemudian mengatakan bahwa tidak ada gencatan senjata dengan pemerintah Pakistan. Juru bicara tersebut memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan terus berlanjut. "Kami telah membunuh mereka," kata Juru Bicara Taliban Pakistan Shahidullah Shahid. "Karena mereka membunuh kami," lanjutnya.



Sumber CNN.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X