Bayi Temui Ajal di Atas Ban Berjalan Bagasi Bandara Madrid

Kompas.com - 21/09/2013, 12:15 WIB
Bandara Alicante, Madrid, Spanyol airport dataBandara Alicante, Madrid, Spanyol
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Rencana berlibur ke Spanyol menjadi malapetaka bagi sebuah keluarga dengan dua anak kecil pada Rabu (18/9/2013) seturut warta CNN. Insiden berujung kematian bayi laki-laki berumur lima bulan keluarga tersebut. Tragisnya, bayi tersebut tewas di atas ban berjalan bagasi Bandara Alicante, Madrid.

Polisi hingga berita ini diunggah memang masih menyelidiki kasus ini. Catatan kepolisian menunjukkan keterangan Sang Ibu, perempuan asal Inggris.

Ibu dan kedua anaknya mendarat dari Bandara Gatwick, London. Sementara, suaminya, pria Kanada, memang sudah menanti di Alicante.

Ibu tersebut, seorang berkewarganegaraan AS, kepada polisi menuturkan kalau ban berjalan bagasi tersebut tengah berhenti tatkala dirinya meletakkan bayi dalam keranjang pengangkut bayi di atasnya. Kendati demikian, seakan tiba-tiba saja, piranti pembawa bagasi tersebut bergerak.

Bayi itu pun ikut terbawa ban berjalan tadi. Singkat cerita, bayi tersebut mengalami luka di kepala dan nyawanya tak terselamatkan.  

Kelebihan beban?

Dalam penyelidikan polisi, terkumpul beberapa analisis soal penyebab kematian tersebut. Saksi mata, seorang petugas keamanan bandara yang tak disebutkan namanya, mengatakan ban berjalan dengan sabuk hitam itu bergerak satu arah. Alat itu, bisa jadi, memiliki sensor untuk mengidentifikasikan berat beban tatkala sebuah benda diletakkan di atasnya.

"Ketika bayi itu diletakkan di atas ban berjalan, kemungkinan ban berjalan itu bergerak karena kelebihan beban," kata keterangan penjaga tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati begitu, perempuan juru bicara bandara, yang juga tak disebutkan namanya berkilah kalau ban berjalan tersebut bergerak atas dasar kelebihan berat  barang. "Alat tersebut tidak berjalan lantaran berat beban," katanya menegaskan.

Belum ada kesimpulan dari penyelidikan kepolisian sampai kini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X