Bertemu Aung San Suu Kyi, Apa yang Dibicarakan Jusuf Kalla?

Kompas.com - 21/09/2013, 08:42 WIB
Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla berbincang dengan Pemimpin pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi ketika bertemu di sela-sela pembukaan Singapore Summit di Shangri-La Hotel Singapura, Jumat (20/09/2013). Mantan Wapres RI menyampaikan seputar kegiatan kemanusiaan yang dilakukan PMI di Myanmar terkait penyelesaian konflik komunal antara etnis Rohingya dan Arakan di Provinsi Rakhine sejak tahun 2012 sampai saat ini. DOKUMENTASI JUSUF KALLAKetua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla berbincang dengan Pemimpin pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi ketika bertemu di sela-sela pembukaan Singapore Summit di Shangri-La Hotel Singapura, Jumat (20/09/2013). Mantan Wapres RI menyampaikan seputar kegiatan kemanusiaan yang dilakukan PMI di Myanmar terkait penyelesaian konflik komunal antara etnis Rohingya dan Arakan di Provinsi Rakhine sejak tahun 2012 sampai saat ini.
Penulis Suhartono
|
EditorGlori K. Wadrianto
SINGAPURA, KOMPAS.com — Demi kesejahteraan bersama, Pemerintah Indonesia dan Myanmar harus saling terbuka dan membantu. Terlebih, hubungan Indonesia dengan Myanmar sudah berlangsung lama.

Pandangan itu disampaikan mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla kepada pers, Sabtu dini hari (21/9/2013) seusai menghadiri pembukaan Singapore Summit di Hotel Shangri-la, Singapura.

Sebelumnya, di sela-sela jamuan makan malam bagi peserta Singapore Summit, Kalla sempat bertemu dengan tokoh pejuang demokrasi Myanmar, yang kini anggota Parlemen Myanmar, Aung San Suu Kyi. Ini merupakan pertemuan pertama kali Kalla dengan Aung San Suu Kyi.

"Saat bertemu Aung San Suu Kyi, saya sampaikan hubungan Indonesia dengan Myanmar yang selama ini sudah terjalin lama sejak Indonesia merdeka dulu. Waktu itu, Myanmar masih bernama Birma. Bahkan, Indonesia paling dekat dengan Birma," ujar Kalla.

Kalla juga menyampaikan soal kedatangannya di Myanmar pada tahun 2012 sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesai (PMI) pusat, saat menemui pengungsi etnis Rohingya di Rakhen, Myanmar.

Kemudian, saat ditanya soal respons Aung San Suu Kyi atas pertemuan tersebut, Kalla mengatakan, Suu Kyi akan mempelajarinya.

Tentang kemungkinan adanya pertemuan khusus dengan tokoh yang dipenjarakan bertahun-tahun di rumahnya sendiri itu, Kalla pun menyatakan hal tersebut masih dibicarakan. "Waktu di Myanmar, saya hanya bertemu dengan pimpinan tertinggi Myanmar, Jenderal Than Sien," kata Kalla.

Dalam jamuan makan malam, Kalla satu meja dengan Aung San Suu Kyi, tetapi tak berdekatan duduknya. Kalla duduk berdekatan dengan Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X