Kompas.com - 20/09/2013, 16:43 WIB
EditorErvan Hardoko
TUNIS, KOMPAS.com — Pemerintah Tunisia mengatakan, para gadis negeri itu, yang berangkat ke Suriah untuk melayani kebutuhan seksual para pejuang anti-pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, pulang ke Tunisia dalam kondisi hamil.

"Di Suriah, mereka melayani 20, 30, hingga 100 pemberontak dan mereka pulang membawa hasil dari hubungan yang dilandasi alasan "jihad seksual". Dan kita hanya berdiam diri tanpa berbuat apa pun," kata Menteri Dalam Negeri Tunisia Lotfi Bin Jeddo, Kamis (19/9/2013).

Di hadapan Dewan Konstituen Nasional, Bin Jeddo mengatakan, kementerian dalam negeri telah melarang 6.000 warga Tunisia berangkat ke Suriah sejak Maret 2013.

Selain itu, pemerintah sudah menahan 86 orang yang dicurigai membentuk jaringan pengirim pemuda-pemuda Tunisia untuk berperang ke Suriah.

Dengan fakta ini, Bin Jeddo mengkritik kelompok-kelompok aktivis HAM yang mengkritik keputusan pemerintah yang melarang mereka yang diduga akan "berjihad" untuk bepergian ke luar negeri.

"Semua yang terkena larangan perjalanan berusia di bawah 35 tahun," tambah Bin Jeddo.

Pada April lalu, mantan imam besar Suriah Sheikh Othman Battikh mengatakan, 13 gadis Tunisia "ditipu" dan diberangkatkan ke Suriah untuk menawarkan jasa layanan seks bagi para pemberontak yang memerangi rezim Bashar al-Assad.

Sheikh Othman kala itu mengatakan apa yang disebut "jihad seks" tak lebih dari sebuah praktik prostitusi.

"Dengan alasan jihad ke Suriah, mereka kini memaksa para perempuan untuk bergabung. Sebanyak 13 orang gadis dikirim untuk 'jihad seksual'. Apa ini? Ini prostitusi. Ini sebuah korupsi pendidikan," ujar Sheikh Othman.

Agustus lalu, direktur badan keamanan publik Mostafa bin Omar mengatakan, aparat keamanan berhasil membongkar jaringan "jihad seksual" di kawasan barat Tunisia, lokasi persembunyian Al Qaeda.

"Kelompok Ansar Shariah menggunakan gadis kecil yang kemudian disuruh mengenakan burka untuk menawarkan layanan seks bagi para pejuang jihad pria," ujar Bin Omar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.