Satu dari Dua Orang Dewasa di Tasmania Buta Huruf

Kompas.com - 20/09/2013, 15:31 WIB
Dr Jensen mengatakan, menutup sekolah-sekolah kecil akan membantu membiayai guru-guru spesialis baca tulis. AFPDr Jensen mengatakan, menutup sekolah-sekolah kecil akan membantu membiayai guru-guru spesialis baca tulis.
EditorEgidius Patnistik
Ahli kebijakan pendidikan Australia, Ben Jensen, menyerukan ditempatkannya guru spesialis baca tulis di setiap sekolah di Tasmania. Saat ini, satu dari dua orang di Tasmania usia 15 sampai 74 tahun tergolong buta huruf, dan lebih dari separuhnya buta angka.

Tasmania merupakan negara bagian dengan persentase siswa tamat SMU yang paling rendah di Australia. Negara bagian itu juga mencatat persentase tertinggi dalam jumlah siswa yang berhenti bersekolah pada kelas 10.
 
Direktur program Pendidikan Sekolah di Grattan Institute, Ben Jensen, berpendapat situasi ini telah mencapai titik yang kritis.
 
Ia mengatakan, seharusnya ada seorang guru spesialis yang mengajari baca tulis di setiap sekolah di Tasmania. Ia juga berpendapat sekolah-sekolah kecil mestinya ditutup.
 
"Kalau kita menutup sejumlah sekolah kecil yang sangat mahal biayanya, kita kemudian akan bisa menggunakan dana itu untuk tenaga-tenaga spesialis yang mengajarkan baca tulis di sekolah-sekolah di seluruh Tasmania," kata Dr Jensen.
 
Ia juga berpendapat masalah ini sifatnya kultural. "Kalau kita melihat sejarah pendidikan di Tasmania, kita lihat bahwa harapannya selalu rendah," kata Dr Jensen.
 
Seorang warga Tasmania di Sorell, Don Mc Kenzie, kembali ke bangku sekolah, mengikuti kelas membaca bagi orang dewasa. Pria berusia 48 tahun itu hampir buta huruf selama sebagian besar hidupnya setelah drop out di kelas 8.
 
"Sebelum ikut kelas ini, kemampuan baca tulis saya benar-benar kacau. Saya tidak bisa menyebut kata yang panjang," katanya. "Sekarang pun saya masih harus belajar banyak dalam berhitung."
 
Kata McKenzie, tidak bisa baca tulis dapat berdampak sangat besar pada kehidupan sehari-hari.
 
Orang-orang yang kesulitan baca tulis tidak punya ketrampilan yang dibutuhkan untuk mengikuti kehidupan dunia modern, seperti mengisi formulir dan membaca instruksi dalam obat resep.
 
McKenzie dulu sering tidak mau turun dari mobil kalau berbelanja. Takut salah beli karena tidak bisa membaca, dan akibatnya membuat orang keracunan, katanya. Bapak dari 12 anak usia antara 13 sampai 30 tahun itu tidak pernah bekerja formal.
 
Ahli ekonomi Saul Eslake dari Bank of America mengatakan, "prestasi" pendidikan yang buruk di Tasmania berperan besar dalam nasib buruk negara bagian itu di bidang keuangan.
 
"Saya pikir rendahnya tingkat pendidikan tenaga kerja di Tasmania kemungkinan merupakan alasan paling penting mengapa produktivitas di Tasmania jauh lebih rendah dibanding di negara-negara bagian Australia lainnya," katanya.
 
Buta huruf dan angka merupakan masalah yang turun-temurun di Tasmania.
 
McKenzie berusaha keras untuk memutus lingkaran setan tersebut. Sebagian dari anak-anaknya juga punya kemampuan baca tulis yang rendah, terutama putri bungsunya yang berusia 13 tahun. "Dia dulu tidak suka membaca buku. Saya katakan kepadanya saya akan kembali bersekolah dan belajar baca tulis. Saya ajak dia ikut dan sama-sama belajar membaca," jelasnya.
 
McKenzie bertutur, putrinya sekarang senang membaca. Ia melihat banyak kemajuan putrinya dalam membaca. "Dia sekarang bisa menulis namanya sendiri. Dulu tidak bisa," katanya. McKenzie sekarang ingin meyakinkan putranya yang berusia 27 tahun agar mau ikut pergi kelas baca tulis bersamanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai 'Anjing Gila'

Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai "Anjing Gila"

Internasional
Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Internasional
Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Internasional
Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Internasional
Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X