Kompas.com - 20/09/2013, 11:38 WIB
Sebuah keluarga mengendarai sepeda motor di depan pasar di Kota Aleppo, Suriah, 14 September 2013. AFP PHOTO / JM LOPEZSebuah keluarga mengendarai sepeda motor di depan pasar di Kota Aleppo, Suriah, 14 September 2013.
|
EditorEgidius Patnistik
Wakil Perdana Menteri Suriah mengatakan, perang sipil di wilayah itu telah mencapai jalan buntu, saat kedua pihak yang berseteru tidak cukup kuat untuk menang.

"Kelompok oposisi bersenjata maupun rezim mampu untuk mengalahkan masing-masing," kata Wakil Perdana Menteri Suriah, Qadri Jamil. "Kekuatan yang berimbang ini tidak akan berubah untuk sementara waktu," tambahnya.

Qadri Jamil mengatakan kepada surat kabar Inggris, The Guardian, bahwa Damaskus akan meminta gencatan senjata dengan kehadiran pemantau internasional, seperti yang pernah diusulkan di Jenewa.

Menurutnya, kehadiran pemantau internasional yang independen, akan membuka jalan bagi proses politik yang damai dan bebas dari campur tangan pihak luar.

Dalam proses itu, dia menambahkan, semua pihak tidak perlu takut bahwa rezim yang berkuasa sekarang akan terus berkuasa. Jamil menekankan bahwa dia berbicara mengatasnamakan Pemerintah Suriah.

Dorongan Rusia

Wartawan BBC Jim Muir di Beirut mengatakan, pernyataan Jamil ini tampaknya mencerminkan dorongan Rusia agar rezim Suriah mempersiapkan pembicaraan damai. Jamil adalah mantan pimpinan Partai Komunis Suriah, yang partainya ikut ambil bagian dalam demonstrasi terhadap Rezim Assad pada awal-awal tuntutan reformasi di Suriah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, AS telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk melakukan tindakan terkait persediaan senjata kimia milik Suriah.

Menteri Luar Negeri John Kerry akan meminta DK PBB untuk mencantumkannya dalam "resolusi tidak mengikat" pada pertemuan pekan depan, walaupun Rusia menolaknya.

Lebih lanjut Jamil mengatakan kepada The Guardian bahwa ekonomi Suriah saat ini mengalami krisis akibat perang sipil yang dimulai awal 2011 lalu. Lebih dari 100.000 orang telah tewas dalam konflik itu, menurut PBB, dan jutaan orang telah meninggalkan negeri itu atau menjadi tunawisma.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.