Ribuan Orang Bunuh Diri di Eropa dan Amerika Serikat

Kompas.com - 20/09/2013, 07:53 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorEgidius Patnistik
LONDON, KOMPAS.COM — Di Eropa dan Amerika Serikat, ribuan orang bunuh diri karena terkena dampak krisis ekonomi. Jumlah mereka yang melakukan bunuh diri kian meningkat di negara-negara yang warganya kehilangan pekerjaan atau menjadi penganggur karena guncangan krisis ekonomi tersebut.

Krisis ekonomi yang melanda Eropa dan AS sejak 2008 memicu aksi bunuh diri. Sebuah riset menunjukkan bahwa sekitar 5.000 orang melakukan bunuh diri di Eropa dan AS pada 2009, tahun pertama saat bank mengalami kejatuhan yang dipicu gejolak ekonomi.

Sebuah hasil studi yang dipublikasikan Selasa (17/9/2013) oleh the British Medical Journal menunjukkan Inggris pun terkena tren tersebut. Sebanyak 300 aksi bunuh diri terjadi pada 2009.

Para peneliti yang berasal dari Universitas Oxford dan Bristol serta Universitas Hongkong memperkirakan, lonjakan bunuh diri disebabkan banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan. Diperkirakan, sebanyak 34 juta orang di seluruh dunia telah kehilangan pekerjaan selama krisis, bangkrut, atau rumah mereka disita.

Rentan

Menurut laman Independent.co.uk, para peneliti yang menganalisis tingkat bunuh diri di 45 negara di Eropa dan AS menyebutkan, di Eropa, pria berusia 15-24 tahun sangat rentan melakukan bunuh diri, sementara di AS bunuh diri dilakukan pria berusia 45-64 tahun.

Pria umumnya menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga dan paling terkena dampak resesi ekonomi dibandingkan perempuan. Mereka harus menanggung rasa malu yang sangat dalam karena kehilangan pekerjaan.

Karena itu, pria yang melakukan bunuh diri meningkat menjadi 3,3 persen. Krisis ekonomi inilah yang memicu orang melakukan aksi bunuh diri.

Sebuah survei yang dilakukan melalui telepon pada 2008 menunjukkan bahwa satu dari 10 penelepon bicara tentang kesulitan ekonomi. Pada Desember 2012, jumlah penelepon yang mengeluhkan kesulitan ekonomi meningkat dari satu penelepon menjadi enam penelepon. Ini merupakan faktor penting yang harus dipikirkan oleh pemerintah ketika hendak membuat perencanaan ekonomi.

Richard Garside, Direktur Pusat Studi Keadilan dan Kejahatan, mengatakan, riset itu menunjukkan bahwa krisis ekonomi telah membawa dampak serius pada kesehatan. Ketika orang harus menghadapi situasi ekonomi yang sangat sulit, lalu muncul tekanan dan ketidakpastian, mereka bisa bereaksi dengan cara yang berbeda. (BBC/LOK)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X