Kompas.com - 19/09/2013, 22:00 WIB
EditorErvan Hardoko
RIYADH, KOMPAS.com - Pemimpin Polisi Syariah Arab Saudi Sheikh Abdulatif Al al-Sheikh menegaskan bahwa larangan perempuan mengemudi mobil tidak pernah tercantum dalam Syariah Islam.

"Syariah Islam tidak memuat larangan perempuan mengemudikan mobil," kata Al-Sheikh yang ditunjuk Raja Abdullah memimpin polisi syariah tahun lalu.

Al-Sheikh menambahkan bahwa dalam menjalankan tugasnya memimpin polisi syariah Arab Saudi, dia tidak membuat kebijakan apapun.

Dirinya hanya menjalankan aturan dan hukum yang sudah ditetapkan kerajaan.

Namun dia menegaskan, sejak mengepalai polisi syariah, aparatnya belum sekalipun mengejar, menghentikan apalagi menahan perempuan Saudi yang mengemudikan mobil sendiri.

Di bawah pemerintahan Raja Abdullah, Arab Saudi yang sangat ketat menjalankan Syariah Islam perlahan-lahan mulai melakukan reformasi.

Salah satu bentuk reformasi yang dilakukan Raja Abdullah adalah menunjuk perempuan untuk duduk di Dewan Syura yang bertugas menasihati raja dan mendorong perempuan untuk bekerja.

"Raja Abdullah memerintah di masa reformasi dan pengembangan di semua organisasi, termasuk di tubuh kepolisian Syariah," kata Al-Sheikh.

Al-Sheikh melanjutkan selama 18 bulan terakhir dia mencoba memperbaiki citra polisi Syariah dengan memberhentikan anggotanya yang bertindak melebihi kapasitasnya.

Dia juga mendorong aparatnya untuk menggunakan cara-cara yang lebih ramah saat berhadapan dengan publik.

"Kami menindak tegas aparat polisi syariah yang menyalahgunakan wewenangnya. Kami tak mengizinkan siapapun menerjemahkan hukum semaunya," Al-Sheikh menegaskan.

Para pegiat hak perempuan Arab Saudi sudah lama merasa "gerah" dengan pembatasan ruang gerak perempuan dan mendorong negara segera mengubah peraturan.

Selain dilarang mengemudikan mobil, perempuan Saudi harus mendapat persetujuan kerabat atau keluarga pria untuk bepergian, mencari pekerjaan, membuka rekening bank dan sejumlah pembedahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.