Kompas.com - 19/09/2013, 06:09 WIB
Kondisi bus tingkat setelah tertabrak kereta api di Ottawa, Kanada, Rabu (18/9/2013). Enam orang tewas dalam kecelakaan itu. MICHEL COMTE / AFPKondisi bus tingkat setelah tertabrak kereta api di Ottawa, Kanada, Rabu (18/9/2013). Enam orang tewas dalam kecelakaan itu.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
OTTAWA, KOMPAS.com — Enam orang tewas dan 30 orang lainnya mengalami cedera dalam kecelakaan yang melibatkan sebuah bus tingkat dengan kereta di Ottawa, Kanada, Rabu (18/9/2013). Pengemudi bus menjadi salah satu dari enam korban yang tewas itu.

Sebelum bus menerobos palang pintu kereta, para penumpang yang berada di dalam bus tersebut sempat berteriak "berhenti!". Akan tetapi, bus tersebut tetap menerobos penghalang dan langsung tersambar oleh kereta pada pukul 08.48 waktu setempat.

"Bus menerobos palang pintu, lalu langsung tersambar kereta. Setelah itu kekacauan langsung terjadi," ujar Mark Cogan, seorang saksi mata. Akibat kejadian tersebut, bagian depan bus mengalami kerusakan yang cukup parah. Meski terjadi kerusakan juga pada lokomotif kereta, tak ada korban jiwa dari penumpang kereta.

Pihak berwenang di Ottawa mengatakan, dari 30 orang yang mengalami cidera, 10 orang di antaranya dalam kondisi kritis. Akibat kejadian ini jalur kereta Ottawa-Toronto terganggu.

Kecelakaan yang melibatkan kereta api ini adalah kecelakaan kedua dalam kurun tiga bulan terakhir di Kanada. Sebelumnya, sebuah kereta pengangkut minyak tergelincir dan meledak di kota Quebec pada 6 Juli 2013, menewaskan 47 orang dan menjadi kecelakaan terburuk dalam sejarah perkeretaapian Kanada satu dekade terakhir.

Tanner Trepanier, seorang penumpang dalam bus naas tersebut, mengatakan, ia beserta penumpang lainnya melihat kereta mendekat saat bus yang ia tumpangi melaju ke persimpangan kereta. "Semua orang mulai berteriak, berhenti!, berhenti! karena mereka melihat kereta datang," ujar salah seorang penumpang bus yang selamat itu.

"Tapi sopir tidak menghentikan busnya," tambah Rebecca Guilbeault, yang pada saat itu sedang bersama anaknya yang berusia satu tahun. Seorang penumpang bus bernama Gregory Merch mengatakan, persimpangan kereta tersebut berada di tikungan dengan sudut sekitar 90 derajat.

Merch memperkirakan pengemudi bus tidak melihat sinyal tanda bahwa kereta datang dan plang sudah turun. "Tabrakan ini sangat mengerikan. Saya bisa melihat mayat di rel kereta api," terangnya.

Kepala departemen perhubungan setempat, Craig Watson, mengatakan, pengemudi bus maut itu berusia sekitar 40 tahun dan telah bekerja menjadi pengemudi bus selama 10 tahun. "Ini adalah pagi yang tragis di ibu kota negara," kata Perdana Menteri Canada Stephen Harper dalam pernyataan resminya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X