Kompas.com - 18/09/2013, 21:50 WIB
Sekelompok orang di Pakistan menginginkan agar undang-undang anti-penistaan agama diamandemen karena kerap disalahgunakan dan dipakai untuk kepentingan pribadi. cnsnews.comSekelompok orang di Pakistan menginginkan agar undang-undang anti-penistaan agama diamandemen karena kerap disalahgunakan dan dipakai untuk kepentingan pribadi.
EditorErvan Hardoko
ISLAMABAD, KOMPAS.com - Seorang ulama ternama Pakistan, Rabu (18/9/2013), menyarankan amandemen undang-undang anti-penistaan agama yang kontroversial.

Sang ulama mengusulkan agar hukuman mati juga diberlakukan untuk mereka yang terbukti melakukan tuduhan palsu.

"Semua ulama sepakat untuk mengakhiri penyalahgunaan undang-undang penistaan agama," kata ulama Allama Tahir Mehmood.

"Dewan Ideologi memutuskan untuk memberikan hukuman yang sama bagi orang yang memfitnah orang lain telah melakukan penistaan," tambah dia.

Ashrafi melanjutkan, usulan amandemen ini dilakukan demi memastikan agar tidak ada orang yang berani menggunakan alasan agama untuk kepentingan pribadi.

"Amandemen ini juga akan menghentikan kritik terhadap undang-undang ini," lanjut Ashrafi.

Penistaan terhadap agama merupakan isu sensitif di Pakistan yang 97 persen warganya memeluk Islam. Menurut undang-undang Pakistan, menghina Islam dan Nabi Muhammad bisa membuat pelakunya dijatuhi hukuman mati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan tuduhan yang belum terbukti bisa memicu aksi kekerasan publik. Sejumlah kritik mengatakan undang-undang ini kerap digunakan untuk kepentingan pribadi.

Namun, untuk mengamandemen undang-undang anti-penistaan agama ini juga bukan perkara mudah.

Pada 2011, Gubernur Punjab Salman Taseer dan Menteri Urusan Minoritas Shahbaz Bhatti dibunuh karena mengusulkan perubahan undang-undang ini.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.