Kompas.com - 18/09/2013, 20:54 WIB
EditorErvan Hardoko
MOSKWA, KOMPAS.com — Pasukan penjaga pantai Rusia, Rabu (18/9/2013), menahan dua aktivis Greenpeace yang memanjat sebuah rig pengeboran minyak milik perusahaan Gazprom di Samudra Artik sebagai bentuk protes.

Para aktivis itu menggunakan perahu karet yang diluncurkan dari sebuah kapal milik Greenpeace, Arctic Sunrise, dan langsung menuju ke lokasi pengeboran minyak Gazprom, Prirazlomnaya di Laut Pechora.

Pasukan penjaga pantai Rusia berhasil menangkap dua orang aktivis, tetapi dua aktivis lainnya berhasil memanjat rig pengeboran menggunakan tali, meski para pekerja rig menyemprotkan air bersuhu sangat dingin ke arah dua aktivis itu.

Kedua aktivis yang berhasil memanjat rig akhirnya juga ditangkap dan dipindahkan ke atas kapal penjaga pantai.

Dalam pernyataan resminya, Greenpeace mengatakan, pasukan penjaga pantai Rusia melepaskan 11 kali tembakan peringatan ke arah Arctic Sunrise.

Greenpeace mengecam penggunaan kekuatan yang berlebihan untuk merespons sebuah aksi unjuk rasa damai.

Dinas Intelijen Rusia (FSB) dalam pernyataan resminya membenarkan bahwa pasukan penjaga pantai melepaskan tembakan peringatan dari senapan serbu AK-47 yang mereka bawa.

Tembakan peringatan itu dilepaskan karena para aktivis Greenpeace menolak untuk menghentikan aktivitas "ilegal" mereka meski telah diperingatkan.

Greenpeace mengatakan, Gazprom akan memulai produksi di rig Prirazlomnaya pada 2014. Kegiatan ini meningkatkan risiko tumpahan minyak mentah di kawasan yang merupakan habitat beruang kutub, anjing laut, dan sejumlah burung laut langka.

"Kehancuran Artik akibat kebocoran minyak tinggal menunggu waktu," kata aktivis Greenpeace, Sinis Saarela.

Gazprom, perusahaan gas terbesar dunia, telah meningkatkan produksi minyak mentahnya selama beberapa tahun terakhir dan menggambarkan ladang minyak Prirazlomnaya sebagai sebuah elemen penting dalam pengembangan strategi bisnis minyaknya.

Para aktivis lingkungan Rusia dan asing kerap menuding Gazprom tidak memedulikan ancaman bahaya ekologi saat mereka mencari sumber energi di lokasi yang semakin terpencil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.