Ekspor Berasnya Menjulang, Kamboja Makin Percaya Diri - Kompas.com

Ekspor Berasnya Menjulang, Kamboja Makin Percaya Diri

Kompas.com - 18/09/2013, 16:01 WIB
KOMPAS/LAKSANA AGUNG SAPUTRA Tiga orang bhiksu menyeberangi salah satu jalan protokol di Kota Phnom Penh, Kamboja, Jumat (16/11/2012). Penduduk beraktivitas normal di tengah pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-21 di kota tersebut.
KOMPAS.com — Kamboja mencatatkan pertumbuhan ekspor beras mengesankan selama delapan bulan pertama 2013. Pencapaian itu, tulis AP pada Rabu (18/9/2013), juga mendapat dukungan dari tingginya permintaan pasar dunia.

Catatan termutakhir Pemerintah Kamboja menunjukkan, selama periode delapan bulan pertama tadi, ekspor beras Kamboja berada di 236.730 ton. Angka ini, dalam perbandingan dengan periode sama setahun silam naik menjulang 107 persen dari posisi 114.070 ton.

Di Kamboja, ada 72 perusahaan yang mengekspor beras. Pasarnya mencapai 52 negara. Sementara, lima pengimpor beras Kamboja terbesar adalah Polandia, Perancis, Malaysia, Thailand, dan China. Namun, belum ada catatan apakah Indonesia termasuk di dalam pasar pembeli beras Kamboja.

Sementara itu, sebulan silam, Menteri Pertanian Kamboja Chan Sarun sempat mengatakan bahwa sampai dengan akhir 2013, target ekspor beras Kamboja menyentuh angka 400.000 ton. Sampai dengan akhir tahun silam, total ekspor beras Kamboja berhenti di angka 250.000 ton. "Kamboja percaya diri bisa mengekspor sejuta ton beras pada akhir 2015," kata Sarun.

Dari sekitar 15 juta penduduk Kamboja, 80 persennya bekerja sebagai petani. Tahun kemarin, Kamboja memproduksi 9,31 juta ton tanaman padi. Dari jumlah ini, Kamboja mengekspor 3 juta ton beras yang berlangsung hingga kini. Data Kementerian Perdagangan Kamboja menunjukkan duit yang masuk dari ekspor beras sampai dengan akhir 2012 mencapai 132 juta dollar AS.


EditorJosephus Primus

Terkini Lainnya

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Nasional
Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Nasional
Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Regional
'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

"Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

Nasional
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Nasional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional
Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Regional
Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Internasional
Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Tiba di Surabaya dari Papua, Ini Agenda Kunjungan Kerja Jokowi Senin Besok

Nasional
3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

3 Fakta Unik Harimau Sumatera 'Atan Bintang', Disebut Pintar hingga Sulit Dievakuasi

Regional

Close Ads X