Kompas.com - 18/09/2013, 11:00 WIB
Gedung itu dibangun tahun 1970-an oleh sebuah badan nir laba yang dioperasikan Shah Iran, dan dibiayai dengan pinjaman dari Bank Melli. wikimedia.orgGedung itu dibangun tahun 1970-an oleh sebuah badan nir laba yang dioperasikan Shah Iran, dan dibiayai dengan pinjaman dari Bank Melli.
EditorEgidius Patnistik
NEW YORK CITY, KOMPAS.COM - Amerika Serikat menyita sebuah gedung pencakar langit di tengah Manhattan, New York, yang menurut para jaksa secara diam-diam dimiliki Iran, kata departemen kehakiman Selasa, (17/9). Pihak yang merasa sebagai pemilik gedung itu menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Penyitaan dan penjualan gedung setinggi 36 lantai itu, yang terletak di jantung kota New York di Fifth Avenue, akan menjadi "penyitaan terbesar yang pernah ada yang berkaitan dengan terorisme," tambah pernyataan tersebut.

Seorang hakim federal yang mendukung gugatan pemerintah pekan ini, mengatakan pemilik bangunan itu telah melanggar sanksi terhadap Iran dan undang-undang pencucian uang.

Jaksa Federal Manhattan, Preet Bharara, mengatakan putusan itu menjunjung tinggi klaim departemen kehakiman bahwa pemilik bangunan "itu adalah (dan) bagian dari Bank Melli, dan dengan demikian milik Pemerintah Iran."

Bharara mengatakan dana dari penjualan gedung itu akan diberikan sebagai "kompensasi buat korban terorisme yang disponsori Iran."

Para jaksa menuduh para pemilik bangunan itu, Yayasan Alavi dan Assa Corporation, mentranfer pendapatan sewa dan dana lain ke bank milik negara Iran, yaitu Bank Melli. Alavi juga menjalankan sebuah organisasi amal bagi Iran dan mengelola gedung itu atas nama pemerintah Iran, kata pernyataan tersebut.

Gedung itu dibangun tahun 1970-an oleh sebuah badan nir laba yang dioperasikan Shah Iran, dan dibiayai dengan pinjaman dari Bank Melli. Gedung itu diambil alih pemerintah baru Iran setelah revolusi 1979, kata para jaksa penuntut. Mereka mengatakan, badan nir laba Shah, Yayasan Pahlevi, berganti nama menjadi Yayasan Mostazafan dari New York dan kemudian menjadi Yayasan Alavi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yayasan Alavi mengatakan akan mengajukan banding atas kasus itu. Yayasan itu mengatakan dalam sebuah pernyataan di situsnya bahwa pihaknya "kecewa" dengan putusan tersebut dan bahwa "mereka tidak memiliki kesempatan untuk membantah bukti-bukti Pemerintah di hadapan dewan juri."

Departemen Keuangan AS telah menerapkan sanksi ketat terhadap Iran, memasukan dalam daftar hitam sejumlah perusahaan Iran dan organisasi serta menerapkan kontrol sangat ketat pada kemampuan setiap kelompok atau bisnis untuk mentransfer dana ke Iran.

Pembatasan tersebut guna menekan Teheran menghentikan upaya apa yang dikatakan pihak Barat sebagai program pengembangan senjata nuklir. Pihak Iran sudah berkali-kali membatah tuduhan itu dan menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.