Toko Senjata di Virginia Diperiksa Terkait Penembakan di Pangkalan AL AS

Kompas.com - 18/09/2013, 05:37 WIB
Foto tersangka utama penembakan di markas AL AS di Washington DC, seperti yang dirilis FBI, Senin (16/9/2013) malam waktu setempat. FBI / AFPFoto tersangka utama penembakan di markas AL AS di Washington DC, seperti yang dirilis FBI, Senin (16/9/2013) malam waktu setempat.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
WASHINGTON, KOMPAS.com — Seorang pengacara untuk toko senjata di Virginia, Amerika Serikat, mengatakan, pelaku penembakan di pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat membeli senapan dan amunisi di toko itu dua hari sebelum melakukan aksinya.

Michael Slocum, pengacara itu, mengatakan melalui surat elektronik bahwa Aaron Alexis mengunjungi Sharpshooters Small Arms Range, Sabtu (14/9/2013). Alexis telah diidentifikasi oleh Biro Investigasi Federal AS (FBI) sebagai pelaku penembakan yang menewaskan 12 orang sebelum kemudian ditembak mati petugas keamanan pada Senin (16/9/2013).

Slocum mengatakan, di toko itu Alexis menyewa senapan dan membeli peluru. Alexis kemudian membeli shotgun dan 24 peluru. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa ketika memasuki pangkalan AL di Navy Yard, Washington, Alexis membawa shotgun.
            
Menurut Slocum, toko tersebut sudah memeriksa latar belakang Alex di situs Federal, sebelum menjual senjata kepadanya. Pengecekan tersebut diterima sistem. Aparat penegak hukum pada Senin petang telah mendatangi toko tersebut, memeriksa video dan catatan toko yang berada 15 mil, sekitar 24 kilometer, dari Navy Yard itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X