Kompas.com - 17/09/2013, 19:30 WIB
Polisi Austria mengepung sebuah peternakan yang menjadi tempat persembunyian seorang pemburu gelap yang menembak mati dua polisi dan seorang paramedis. DIETER NAGL / AFPPolisi Austria mengepung sebuah peternakan yang menjadi tempat persembunyian seorang pemburu gelap yang menembak mati dua polisi dan seorang paramedis.
EditorErvan Hardoko
VIENNA, KOMPAS.com - Seorang pemburu di Austria gelap menembak mati dua orang polisi dan seorang pekerja medis serta menyandera seorang polisi lainnya. Demikian laporan media setempat, Selasa (17/9/2013).

Insiden ini dimulai saat polisi mencoba menghentikan mobil yang dikendarai si pemburu di dekat kota Annaberg, 100 kilometer sebelah barat ibu kota Vienna, Senin (16/9/2013) malam.

Namun, upaya polisi itu gagal dan si pemburu kabur mengendarai mobilnya. Dalam pengejaran, mobil tersangka terjerumus ke dalam sebuah selokan.

Saat itulah dia menembak seorang anggota polisi dan paramedis yang mencoba menolongnya.

Tak berhenti di situ, saat mendekati penghadang jalan, tersangka kemudian menembak mati seorang polisi lagi dan menyandera seorang polisi lain.

Dia kemudian mencuri sebuah mobil polisi dan membawanya kabur ke peternakannya di Kollapriel, sekitar 60 kilometer dari lokasi penembakan.

Pada Selasa pagi, tersangka penembakan masih berada di dalam peternakannya, kemungkinan besar bersama anak-anaknya. Sementara di luar peternakan puluhan polisi melakukan pengepungan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kantor berita Austria Press Agency mengabarkan, tersangka dan polisi sembat beberapa kali terlibat baku tembak dalam pengepungan itu.

Sejumlah laporan mengatakan, tersangka sudah dikenal di kawasan itu karena kerap membuat kesal polisi dan pemburu berlisensi dengan meninggalkan kepala hewan buruannya di tengah jalan.

Didugua kuat, pemburu gelap ini berusia 50 tahun dan izin berburunya sudah dicabut beberapa tahun lalu.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X