Kompas.com - 17/09/2013, 15:47 WIB
EditorErvan Hardoko
TEHERAN, KOMPAS.com — Presiden Iran Hassan Rohani dikabarkan bersedia menutup fasilitas nuklir Fordow di kota Qom jika negara-negara Barat bersedia mencabut semua sanksi terhadap Iran.

Demikian ungkap sejumlah sumber intelijen kepada harian terbitan Jerman Der Spiegel, Senin (16/9/2013).

Berbagai sanksi yang dijatuhkan Washington akibat perselisihan soal program nuklir Iran membuat berbagai entitas bisnis AS tak bisa melakukan hubungan dagang dengan Iran.

Sejumlah sumber intelijen yang dikutip Der Spiegel, mengatakan, Hassan Rohani juga akan mengizinkan tim pengawas internasional untuk mengawasi penutupan reaktor nuklir Fordow.

Sementara itu, pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei telah memberikan lampu hijau bagi Rohani untuk menggelar pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat.

Hossein Mousavian, mantan juru bicara negosiator nuklir Iran, menyampaikan kabar ini dalam sebuah opini yang diterbitkan harian Jordan Times.

Rohani juga dijadwalkan akan memberikan pidato di sidang umum PBB pekan ini. Dalam pidato itu diharapkan Rohani menegaskan kembali komitmennya untuk mencoba meringankan sanksi untuk Iran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Reuters,AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.