Kompas.com - 17/09/2013, 07:24 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
NEW YORK, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon telah memaparkan kepada Dewan Keamanan PBB laporan tim ahli PBB tentang dugaan penggunaan senjata  kimia di Suriah. Ban menyebut laporan itu sebagai "bacaan mengerikan".

"Ditemukan bahwa roket berisi gas sarin ditembakkan ke Ghouta di pinggiran Damaskus, Suriah," kata Ban dalam paparannya, Senin (16/9/2013). Namun, laporan tak menyebutkan siapa pelaku peluncuran itu.

Berikut adalah poin-poin dalam laporan tersebut.

1. Jenis senjata kimia yang digunakan

Senjata kimia digunakan dalam skala relatif besar pada Rabu (21/8/2013)  dalam serangan ke Ghouta. Tim menemukan bukti adanya gas sarin dalam pecahan roket darat ke darat. Sampel tanah di sekitar tempat jatuhnya roket jenuh dengan kandungan sarin. Sampel darah dan urine dari para korban didapatkan bukti keracunan sarin dan komponen turunan sarin.

2. Cara gas ditempatkan

Tim PBB menemukan sisa-sisa roket berdimensi panjang 630 milimeter dan lebar 140 milimeter, dengan motor roket kecil di bagian bawah, memiliki poros tengah dan hulu ledak berbentuk silinder. Hulu ledak memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 56 liter sarin cair dengan plus-minus perkiraan 6 liter.

Roket tersebut diperkirakan merupakan varian dari roket M14, baik dengan hulu ledak asli maupun modifikasi. Tim PBB telah melacak ulang lintasan dua roket dan menemukan rute dari mana mereka ditembakkan dari sebuah peluncur multi-laras.

3. Gejala para korban
 
Tim PBB memeriksa 36 korban yang selamat dari serangan Rabu dini hari itu. Dari jumlah itu, tim mendapatkan 78 korban kehilangan kesadaran, 61 persen mengalami sesak napas, 42 persen kabur penglihatan, 22 persen iritasi mata, air liur berlebihan atau muntah pada 22 persen korban, kejang pada 19 persen korban. Dari 34 sampel darah yang diambil, 91 persen positif saat diuji paparan sarin di satu laboratorium, dan 85 persen sampel positif saat diuji di laboratorium lain.

            
4. Siapa yang meluncurkan roket
            
Mandat tim PBB sangat terbatas pada bukti pengumpulan dan pengujian untuk menentukan apakah senjata kimia yang terlarang telah digunakan. Suriah telah diminta mengizinkan tim PBB menyelidiki serangan pada 19 Maret 2013. Setelah usaha berlarut-larut, akhirnya tim PBB dapat masuk ke Suriah dan meneliti tiga lokasi yang diduga diserang menggunakan senjata kimia. Namun, tim tidak memasukkan informasi siapa pelaku penyerangan.

Tim PBB melaporkan bahwa ketika mereka berada di lokasi serangan Ghouta di wilayah yang dikuasai pemberontak, tiba-tiba seseorang datang membawa amunisi, yang menunjukkan bahwa ada potensi bukti telah dipindahkan atau mungkin telah dimanipulasi.
Rezim Suriah memang membantah melakukan penyerangan dan balik menuding oposisi Suriah adalah pelaku serangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.