Kompas.com - 17/09/2013, 07:24 WIB
Jenazah diletakkan di kamar mayat darurat yang diklaim tewas dalam serangan gas beracun oleh pasukan pro-pemerintah di Ghouta timur, di pinggiran Damaskus, 21 Agustus 2013. Kelompok oposisi Suriah menuduh rezim membantai 1.300 orang dalam serangan senjata kimia. AFP PHOTO / HO / LOCAL COMMITEE OF ARBEENJenazah diletakkan di kamar mayat darurat yang diklaim tewas dalam serangan gas beracun oleh pasukan pro-pemerintah di Ghouta timur, di pinggiran Damaskus, 21 Agustus 2013. Kelompok oposisi Suriah menuduh rezim membantai 1.300 orang dalam serangan senjata kimia.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
NEW YORK, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon telah memaparkan kepada Dewan Keamanan PBB laporan tim ahli PBB tentang dugaan penggunaan senjata  kimia di Suriah. Ban menyebut laporan itu sebagai "bacaan mengerikan".

"Ditemukan bahwa roket berisi gas sarin ditembakkan ke Ghouta di pinggiran Damaskus, Suriah," kata Ban dalam paparannya, Senin (16/9/2013). Namun, laporan tak menyebutkan siapa pelaku peluncuran itu.

Berikut adalah poin-poin dalam laporan tersebut.

1. Jenis senjata kimia yang digunakan

Senjata kimia digunakan dalam skala relatif besar pada Rabu (21/8/2013)  dalam serangan ke Ghouta. Tim menemukan bukti adanya gas sarin dalam pecahan roket darat ke darat. Sampel tanah di sekitar tempat jatuhnya roket jenuh dengan kandungan sarin. Sampel darah dan urine dari para korban didapatkan bukti keracunan sarin dan komponen turunan sarin.

2. Cara gas ditempatkan

Tim PBB menemukan sisa-sisa roket berdimensi panjang 630 milimeter dan lebar 140 milimeter, dengan motor roket kecil di bagian bawah, memiliki poros tengah dan hulu ledak berbentuk silinder. Hulu ledak memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 56 liter sarin cair dengan plus-minus perkiraan 6 liter.

Roket tersebut diperkirakan merupakan varian dari roket M14, baik dengan hulu ledak asli maupun modifikasi. Tim PBB telah melacak ulang lintasan dua roket dan menemukan rute dari mana mereka ditembakkan dari sebuah peluncur multi-laras.

3. Gejala para korban
 
Tim PBB memeriksa 36 korban yang selamat dari serangan Rabu dini hari itu. Dari jumlah itu, tim mendapatkan 78 korban kehilangan kesadaran, 61 persen mengalami sesak napas, 42 persen kabur penglihatan, 22 persen iritasi mata, air liur berlebihan atau muntah pada 22 persen korban, kejang pada 19 persen korban. Dari 34 sampel darah yang diambil, 91 persen positif saat diuji paparan sarin di satu laboratorium, dan 85 persen sampel positif saat diuji di laboratorium lain.

            
4. Siapa yang meluncurkan roket
            
Mandat tim PBB sangat terbatas pada bukti pengumpulan dan pengujian untuk menentukan apakah senjata kimia yang terlarang telah digunakan. Suriah telah diminta mengizinkan tim PBB menyelidiki serangan pada 19 Maret 2013. Setelah usaha berlarut-larut, akhirnya tim PBB dapat masuk ke Suriah dan meneliti tiga lokasi yang diduga diserang menggunakan senjata kimia. Namun, tim tidak memasukkan informasi siapa pelaku penyerangan.

Tim PBB melaporkan bahwa ketika mereka berada di lokasi serangan Ghouta di wilayah yang dikuasai pemberontak, tiba-tiba seseorang datang membawa amunisi, yang menunjukkan bahwa ada potensi bukti telah dipindahkan atau mungkin telah dimanipulasi.
Rezim Suriah memang membantah melakukan penyerangan dan balik menuding oposisi Suriah adalah pelaku serangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X