Kompas.com - 16/09/2013, 15:48 WIB
Setelah pelarangan wisata ke Korea Utara pada 2008 dan peristiwa penembakan turis Korea Selatan oleh tentara penjaga perbatasan Korea Utara, resor ini kehilangan pengunjung. Omzet tahunan yang mencapai 20 juta dolar AS terhenti begitu saja. www.dailymail.co.ukSetelah pelarangan wisata ke Korea Utara pada 2008 dan peristiwa penembakan turis Korea Selatan oleh tentara penjaga perbatasan Korea Utara, resor ini kehilangan pengunjung. Omzet tahunan yang mencapai 20 juta dolar AS terhenti begitu saja.
EditorErvan Hardoko
SEOUL, KOMPAS.com — Seorang putri remaja, anak dari seorang pejabat keamanan senior Korea Utara, membelot ke Korea Selatan. Demikian ungkap seorang aktivis di Korea Selatan, Senin (16/9/2013).

Jika kabar ini benar, pembelotan ini menjadi peristiwa langka karena dilakukan anggota keluarga pejabat negara yang banyak memiliki hak istimewa.

Gadis yang hanya disebut bernama Han (19) itu adalah putri dari seorang pejabat Kementerian Keamanan Publik yang membawahkan operasi polisi di ibu kota Pyongyang.

Menurut aktivis HAM yang membantu pelarian gadis itu, Han masih berstatus mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Beijing saat melarikan diri ke Seoul, lewat negara ketiga pada Mei lalu.

Sejak tiba di ibu kota Korea Selatan, Han menjalani pemeriksaan ketat dari otoritas intelijen. Badan Intelijen Nasional Korea Selatan tidak berkomentar soal masalah ini.

Sebagian besar warga Korea Utara yang kabur biasanya mengawali langkahnya di China, sebelum mencari negara ketiga, biasanya di Asia Tenggara, untuk kemudian meminta izin tinggal di Korea Selatan.

Melarikan diri dari Korea Utara adalah sebuah tindakan berisiko tinggi. Jika tertangkap dan dipulangkan, mereka bisa menghadapi hukuman berat, termasuk dihukum di kamp-kamp kerja paksa.

Namun, jika mereka berhasil mencapai Korea Selatan, keluarga mereka di Korea Utara menghadapi banyak risiko hukuman berat.

Biasanya alasan utama rakyat Korea Utara yang kabur adalah tak tahan menghadapi tekanan dan kemiskinan. Namun, pembelotan yang dilakukan kelompok masyarakat elite di Pyongyang yang menikmati banyak keuntungan sosial dan finansial hampir tak pernah terjadi.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X