Kompas.com - 16/09/2013, 12:40 WIB
EditorEgidius Patnistik
ACAPULCO, KOMPAS.COM — Badai Tropis Manuel menghantam pantai Pasifik Meksiko, Minggu (15/9/2013), sementara Topan Ingrid sedang merayap menuju pantai timur negara itu. Badai tropis dan topan itu memicu hujan, tanah longsor, dan banjir yang menewaskan sedikitnya 20 orang. Ribuan orang telah dievakuasi saat dua badai itu mengapit Meksiko dari Pasifik dan Teluk Meksiko, yang menyebabkan sungai meluap, jalanan dilanda banjir, dan jembatan rusak.

Perusahaan energi milik negara, Pemex, mengevakuasi tiga anjungan minyak lepas pantainya di Teluk Meksiko di negara bagian Tamaulipas dan menutup 24 sumur. Demikian kata pihak perusahaan lewat akun Twitter-nya.

Di pantai barat, Manuel melemah setelah mendarat di dekat kota Colima di negara bagian Manzanillo, tetapi badai itu masih mengancam akan memicu banjir bandang dan tanah longsor. Demikian kata Pusat Badai Nasional AS dalam peringatannya pada pukul 00.00 GMT (atau pukul 07.00 WIB). Puncak anginnya melambat menjadi 65 kilometer per jam saat bergerak ke barat laut dan badai itu diperkirakan menghilang pada Senin.

Sejumlah pejabat mengatakan, badai ganda itu menyebabkan kematian setidaknya 20 orang di negara Guerrero di barat daya dan enam orang di negara bagian Puebla dan Hidalgo di Meksiko tengah. Di Guerrero, lebih dari 2.000 orang meninggalkan rumah-rumah mereka, sementara sebanyak 21.000 rumah tangga telah berada dalam kondisi tanpa listrik. Demikian kata Constantino Gonzales Vargas, seorang pejabat federal kepada kantot berita AFP.

Vargas mengatakan, enam orang tewas ketika sopir mobil van mereka kehilangan kendali karena kurangnya jarak pandang dan jalan licin dalam perjalanan ke kota resor Acapulco, Sabtu. Enam orang lain tewas dalam tanah longsor dan runtuhnya dinding bangunan di tiga kota di Guerrero. Dua orang lagi tenggelam ketika mereka tersapu sungai yang meluap di ibu kota negara bagian Chilpancingo.

Air naik setinggi satu meter di beberapa bagian Acapulco, menghanyutkan mobil-mobil, sementara jalan menuju bandara internasional kota itu ditutup. Pelabuhan kota itu juga ditutup untuk pelayaran. Dua pria yang berlayar dari pelabuhan itu dilaporkan hilang.

Saat Topan Ingrid sedang menuju pantai timur, tiga orang, termasuk seorang anak 16 tahun, tewas dalam tanah longsor di Tlatlauquitepec, kota pegunungan di negara bagian Puebla. Di negara bagian Hidalgo, seorang perawat dan sopirnya tenggelam ketika mobil mereka tersapu sungai yang meluap saat mereka menuju ke daerah pegunungan yang dilanda hujan deras selama berhari-hari. Demikian kata para pejabat. Seorang wanita lain tewas ketika tanah longsor melanda rumahnya.

Para pejabat membatalkan perayaan hari kemerdekaan di beberapa kota di negara bagian Tamaulipas. Badai itu telah memaksa evakuasi 6.000 orang di pantai timur negara bagian Veracruz setelah dua sungai meluap.

Pusat Badai Nasional AS mengatakan dalam peringatan terbarunya bahwa Ingrid melambat "saat mengarah ke arah barat laut". Topan itu, yang mengemas angin berkecepatan maksimum 75 mil per jam, bisa tambah menguat pada Senin sebelum melakukan pendaratan. Pusat topan tersebut berada sekitar 125 km di sebelah timur Tampico dan bergerak dengan kecepatan 3 mil per jam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.